Tahun Baru, Penumpang KRL Jakarta Kota Naik 30 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Line memadati Stasiun Kereta Api Tanah Abang, Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Subekti;

    Puluhan penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Line memadati Stasiun Kereta Api Tanah Abang, Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Subekti;

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara PT KAI Commuter Jabodetabek, Eva Chairunisa, mengatakan pada 1 Januari 2017 pihaknya mencatat jumlah pengguna jasa KRL mencapai 792.594 orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan hari libur biasanya. Pengguna KRL di hari libur umumnya 600-630 ribu orang per hari.

    Eva menilai selama libur tahun baru 2017, sejumlah stasiun KRL dipadati masyarakat yang memanfaatkan jasa KRL. “Stasiun yang cukup padat antara lain adalah Stasiun Jakarta Kota dan Bogor,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 Januari 2017.

    Menurut Eva, pada 1 Januari jumlah penumpang Stasiun Jakarta Kota tercatat 67.935 orang. Jumlah itu naik 150 persen dibanding hari libur normal, yaitu 26.557 pengguna. Sedangkan di Stasiun Bogor, tercatat terjadi peningkatan 71 persen. Dari jumlah penumpang pada Sabtu atau Ahad yang biasanya 37.464 penumpang menjadi 64.249 orang.

    Eva mengatakan PT KAI Commuter Jabodetabek juga mengoperasikan fasilitas pelayanan transaksi tiket tambahan, seperti di Stasiun Bogor ada 4 unit loket tambahan, Jakarta Kota 5 unit, Manggarai 2 unit, Tebet 2 unit, Juanda 2 unit, dan Bekasi 2 unit. Selain perangkat transaksi tiket tambahan, petugas pelayanan, kebersihan, dan pengamanan ditambah hingga dua kali lipat. Penambahan dilakukan pada stasiun yang padat pengguna.

    PT KCJ mengimbau bagi para penumpang yang ingin lebih praktis dalam menggunakan KRL pada musim libur saat ini untuk menggunakan Kartu Multi Trip (KMT). Menurut Eva, dengan menggunakan KMT, pengguna dapat langsung menuju pintu dan tidak perlu antre di loket setiap akan melakukan perjalanan selama saldo pada KMT mencukupi.

    Sedangkan bagi calon penumpang yang masih ingin menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB), Eva mengimbau agar pengguna KRL menggunakan THB Pergi Pulang (THB PP). Tujuannya untuk menghindari antre di stasiun tujuan saat akan menggunakan kereta kembali untuk perjalanan pulang. Ia menambahkan, THB PP akan memudahkan para calon penumpang dalam melakukan perjalanannya. Sebab, mereka hanya perlu melakukan satu kali transaksi pergi-pulang di loket stasiun keberangkatan dengan relasi yang sama.

    Eva menambahkan, pihaknya terus mengimbau para pengguna untuk tetap menjaga keselamatan diri dan keluarganya. Selain itu, para penumpang diimbau untuk selalu memperhatikan barang yang dibawa.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.