Investasi Bursa Saham di Semarang Capai Rp 15 T Selama 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa pialang dan trader berfoto selfie dalam penutupan lantai bursa di Jakarta, 30 Desember 2015. Ini merupakan penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di posisi 4.593,01 poin. TEMPO/Tony Hartawan

    Beberapa pialang dan trader berfoto selfie dalam penutupan lantai bursa di Jakarta, 30 Desember 2015. Ini merupakan penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di posisi 4.593,01 poin. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COSemarang - Investasi pasar modal di Semarang selama 2016 mencapai Rp 15 triliun dengan jumlah investor 10 ribu orang. Rata-rata nilai investasi di bursa saham per bulan mencapai Rp 1,7 triliun.

    “Angka nilai investasi yang terjadi selama 2016 itu naik sebesar 10 persen dibanding 2015,” kata Pelaksana Harian Kepala Kantor Pusat Informasi Pasar Modal Semarang Fanny Rifqi El Fuad, Senin, 2 Januari 2017.

    Fanny mengatakan mayoritas investor pasar modal memilih menempatkan dana investasinya di perbankan. "Lima puluh persen dari 10 ribu investor yang terdaftar," ucapnya.  

    Menurut Fanny, animo masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal melonjak sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty). Kebijakan amnesti pajak mengangkat indeks harga saham gabungan dari 4.800 menjadi 5.400. 

    Fanny menambahkan, Pusat Informasi Pasar Modal Semarang akan terus mensosialisasikan investasi sehat untuk meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di bursa saham. Selain menyasar kalangan akademikus, Pusat Informasi Pasar Modal Semarang juga menggandeng birokrat dan organisasi masyarakat agar turut serta mengkampanyekan investasi yang sehat.

    Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah Awan Nurmawan Nuh menilai program amnesti pajak berhasil membawa masuk harta yang beredar di luar negeri. “Ini menimbulkan efek positif. Pemilik uang kembali menginvestasikan hartanya ke dalam negeri, termasuk lewat bursa saham,” ujarnya.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.