Listrik PLN Mati 2 Jam di Bandara Hang Nadim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Hang Nadim Batam. TEMPO/Rumbadi Dalle

    Bandara Hang Nadim Batam. TEMPO/Rumbadi Dalle

    TEMPO.COBatam - Ribuan calon penumang menumpuk di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, saat hendak melakukan check-in akibat aliran listrik dari PLN Batam sempat mati hari ini, Senin, 2 Januari 2017.

    "Pukul 06.20 WIB, listrik dari PLN Batam mati. Meskipun 20 detik setelah itu genset dihidupkan, untuk check-in tetap menggunakan manual karena Internet mati. Akibatnya, calon penumpang menumpuk," kata General Manager Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Suwarso, di Batam.

    Pasokan listrik dari bright PLN Batam (anak perusahaan PT PLN Persero) baru normal setelah padam dua jam. Menurut Suwarso, listrik nyala kembali pukul 08.20 WIB, kemudian semua pelayanan normal kembali.

    BacaLagi, Listrik Bandara Mati

    Saat listrik padam, Bandara sedang dipadati calon penumpang yang check-in untuk penerbangan ke berbagai daerah. Apalagi hari ini terakhir libur panjang dan banyak penumpang hendak meninggalkan Batam. "Jadi antrean untuk check-in memang panjang," ucap Suwarso.

    Meskipun sempat terjadi antrean panjang, semua penerbangan relatif berjalan lancar tanpa ada penundaan berkepanjangan. "Alhamdulillah semua jadwal penerbangan normal. Tidak ada gangguan dari padamnya listrik tersebut. Hanya check-in yang sedikit lama karena manual," ujar Suwarso.

    Dia menjelaskan, dua unit genset dengan kapasitas 770 KVA dan 800 KVA yang dihidupkan hanya untuk wilayah layanan terbatas, seperti fasilitas keselamatan penerbangan, menara pengawas, runway lighting, check-in counter, AC split di tiap ruang tunggu, penunjuk arah, dan pengurusan tiket. "Yang diutamakan memang bagian keselamatan penerbangan. SOP-nya memang seperti itu jika terjadi putus arus listrik."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.