Jumlah Penumpang Pesawat di Adisutjipto Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa seorang penumpang maskapai Silk Air dari Singapura dengan alat thermo infrared di terminal kedatangan internasional Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, 2 September 2016. Total sebanyak 123 penumpang diperiksa satu persatu oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Adisucipto Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga

    Petugas memeriksa seorang penumpang maskapai Silk Air dari Singapura dengan alat thermo infrared di terminal kedatangan internasional Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, 2 September 2016. Total sebanyak 123 penumpang diperiksa satu persatu oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Adisucipto Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah penumpang pesawat terbang yang naik maupun turun di Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, sepanjang 2016 meningkat sekitar 13 persen dibanding tahun lalu. Penumpang yang tercatat pada penghujung tahun ini berjumlah 7.208.557 orang. Sedangkan tahun lalu, tercatat 6.380.336 orang.

    "Tepat pukul 20.50 WIB Garuda Indonesia GA 218 dari Jakarta mendarat di Bandara Internasional Adisutjipto sebagai penerbangan terakhir di tahun 2016," kata General Manager Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, Ahad, 1 Januari 2017.

    Kepala Bandar Udara itu memberi cendera mata bagi para penumpang pesawat terbang. Tak hanya penumpang, pilot dan kru pesawat diberi kenang-kenangan dan apresiasi. Kolonel Penerbang itu menambahkan, mengawali tahun baru 2017, ia berharap pelayanan maupun infrastruktur Bandar Udara Adisutjipto membaik. Para pengguna jasa diharapkan lebih aman dan nyaman.

    Pada awal 2017, PT Angkasa Pura juga mengapresiasi para penumpang pada penerbangan perdana. Pesawat Garuda Indonesia GA 201 ke Jakarta berangkat pertama kali pukul 06.00 WIB. Para penumpang mendapatkan buket bunga dari perwakilan manajemen PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara. "Pelayanan bagi pengguna jasa bandar udara semakin baik," kata Agus Pandu.

    Lisa Umi Kalsum, seorang penumpang dalam penerbangan terakhir di ujung 2016, sangat mengapresiasi sambutan hangat dari manajemen bandar udara. Kebetulan ia berkunjung ke Yogyakarta dan merasa sangat senang mendapat sambutan hangat.

    "Ini menunjukkan keramahan Yogyakarta sebagai daerah yang istimewa. Lelah kami di perjalanan seolah hilang seketika," katanya.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.