Hingga Akhir Tahun, Penerimaan Pajak Mendekati 82 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menghadiri sosialisasi  tax amnesty atau pengampunan pajak yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 1 Agustus 2016. Sosialisasi Tax Amnesty di Kemayoran dihadiri 10.000 Orang TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo menghadiri sosialisasi tax amnesty atau pengampunan pajak yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 1 Agustus 2016. Sosialisasi Tax Amnesty di Kemayoran dihadiri 10.000 Orang TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan penerimaan pajak menjelang akhir tahun sudah mendekati 82 persen dari target dalam APBN-Perubahan 2016.

    "Sampai sekarang nyaris 82 persen. Ini masih berjalan, nanti saya kasih evaluasinya," kata Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal PajakYon Arsal di Jakarta, Sabtu 31 Desember 2016 seperti dikutip dari Antara

    Yon menegaskan realisasi ini masih bersifat sementara. Sebab penghitungan akhir penerimaan pajak di 2016 akan dilakukan setelah tahun anggaran tersebut selesai.

    Yon menambahkan realisasi penerimaan yang masih dalam proses penghitungan antara lain berasal dari uang tebusan dari program amnesti pajak periode dua, yang berakhir pada Sabtu 31 Desember 2016.

    Menurut rencana, realisasi penerimaan maupun belanja negara pada 2016, hasilnya diumumkan oleh Menteri Keuangan pada Selasa, 3 Januari 2017.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara juga memastikan tidak ada kendala dalam pelaksanaan APBN-P 2016, karena realisasinya telah sesuai dengan perkiraan awal.

    Salah satunya pencapaian defisit anggaran yang hingga akhir tahun masih di bawah proyeksi 2,7 persen terhadap PDB. "Defisit masih aman," ujar Suahasil.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan akan fokus terhadap upaya pencapaian penerimaan perpajakan hingga akhir tahun, agar tidak terlalu meleset dari target.

    "Untuk pajak kita masih akan lakukan monitor dari tax amnesty dan (penerimaan) rutin. Kita lihat sampai akhir tahun, 31 Desember," kata Sri Mulyani saat ditemui di Jakarta 19 Desember 2016.

    Untuk itu, Sri Mulyani  meminta komitmen dari seluruh jajaran pegawai pajak serta bea cukai agar realisasi penerimaan perpajakan tercapai secara optimal, meski target sebesar Rp 1.539,2 triliun tidak terpenuhi.

    "Semua sudah dikalkulasi, kami tetap berharap yang terbaik dan meminta Direktorat Jenderal Pajak  untuk terus menerus fokus pada target yang sudah beberapa kali dibahas dan direvisi," kata Sri Mulyani.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.