Selasa, 26 Juni 2018

Ini Klarifikasi Soal Rekaman Suara Pilot Citilink Mabuk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Citilink. TEMPO/Imam Sukamto

    Citilink. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Beberapa hari lalu di media sosial beredar rekaman yang diduga suara pilot Citilink yang sedang mabuk. Rekaman itu meluas dan dikutip oleh media sebagai suara pilot Tekad Purna yang akan menerbangkan pesawat Citilink rute Surabaya-Jakarta pada Rabu, 28 Desember 2016.

    Seorang penumpang bernama Eddy Roesdiono mengklarifikasi bahwa rekaman itu bukan suara pilot, melainkan suaranya yang menirukan ucapan pilot yang terdengar di kabin sebelum pesawat lepas landas. "Betul, itu saya menirukan suara pilot. Saya enggak tahu siapa yang menyebarkan, itu suara asli," kata Eddy saat dikonfirmasi Tempo, Sabtu, 31 Desember 2016.

    Eddy mengatakan rekaman itu ia buat karena seorang teman di salah satu grup WhatsApp-nya ingin mendengarkan suara pilot yang terdengar mabuk. "Sekitar pukul 08.30 saya turun dari Citilink, cerita sama teman-teman di WhatsApp bahwa saya hampir saja diterbangkan oleh pilot yang kurang fit," ujar Eddy. "Teman tanya kayak apa suaranya? Tolong dong kamu tirukan lewat rekaman WhatsApp. Saya tirukanlah itu."

    Rekaman suara Eddy lantas menjadi viral dan disebut sebagai suara asli Kapten Tekad Purna. Bahkan Vice President Corporate Communication Citilink Benny Butarbutar mengkonfirmasi rekaman tersebut sebagai ucapan yang dikeluarkan Tekad menjelang keberangkatan.

    Baca: Pilot Mabuk, CEO Citilink Albert Burhan Mundur

    Eddy mengaku ia sama sekali tidak berniat bermain-main dengan keadaan ini. Ia pun menyesalkan karena media tidak mengkonfirmasi terlebih dulu ihwal rekaman itu kepada dirinya.

    Meski demikian, Eddy mengaku tak mengada-ada saat menirukan ucapan Tekad. Hanya, ada bagian-bagian yang kurang jelas ia dengar sehingga ia keliru saat menirukannya.

    Pada rekaman suara Eddy terdengar, "Selamat pagi, ini kapten Anda, nama saya Tekad something. Dan di sebelah saya First Officer Budi Sejarah. Kita akan terbang ke Cengkareng, Surabaya is good, Cengkareng is also good, everything is good. Kita sudah ready, dan kita aaah kita sudah alreadyAlready lima menit lagi kita alreadyAnd then we will be flying in five minutes alreadyThis are your flight attendant, Rita and… (grebeg grebeg grebeg) Rieke, Reike, oh, Rieke, and and and we will, we will ready, yes we will ready."

    Baca: Grebeg Grebeg, Ini Ocehan Pilot Citilink yang Diduga Mabuk

    Eddy mengatakan dia saat itu tak jelas mendengar nama Kapten Tekad. Dengan demikian, pada rekaman ia sebut Tekad something. "Tapi, karena saya anggap teman-teman saya cerdas, makanya mereka tahu maksud something itu adalah sesuatu yang saya enggak tahu," ucapnya.

    Selanjutnya, Eddy juga mengaku kurang jelas saat mendengar nama kopilot Bayu Segara. Dengan demikian, pada rekaman itu ia menyebutkan Budi Sejarah.

    Soal suara grebeg grebeg grebeg, Eddy mengatakan itu hanya onomatope untuk menjelaskan adanya suara berisik di kokpit. "Celakanya, yang mengunggah viral itu dianggap bagian dari kalimat pilot," katanya.

    Terdengarnya suara pilot yang melantur di kabin pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG800 itu membuat manajemen Citilink diprotes penumpang. Akibatnya, pimpinan Citilink memberhentikan Tekad Purna.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Baca juga:
    Pesawat Kargo Susi Air Tergelincir di Bandara Ilaga, Papua
    Menjelang Tutup Tahun, Sri Mulyani Gelar Rapim di Kemenkeu

     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Masa Berlaku Uang Lama Emisi 1999 dan 1999 Segera Dicabut

    Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan penukaran empat uang lama Rupiah kertas tahun emisi 1998-1999 sebelum 31 Desember 2018.