Perdagangan Terakhir 2016, IHSG Dibuka Menguat Tipis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli saham menjadi salah satu faktor yang menopang laju IHSG. Data perdagangan efek di BEI tercatat, pelaku pasar saham asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp747,60 miliar pada akhir pekan ini. TEMPO/Tony Hartawan

    Pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli saham menjadi salah satu faktor yang menopang laju IHSG. Data perdagangan efek di BEI tercatat, pelaku pasar saham asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp747,60 miliar pada akhir pekan ini. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) terus menguat pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 30 Desember 2016.

    IHSG hari ini dibuka naik tipis 0,09 persen atau 4,80 poin di level 5.307,37 dan menguat 0,33 persen atau 17,37 poin ke level 5.319,94 pada pukul 09.05 WIB. Pada perdagangan Kamis, 29 Desember 2016, IHSG bahkan ditutup melejit 1,79 persen atau 93,121 poin di posisi 5.302,67.

    Sebanyak 21 saham bergerak menguat, tujuh saham bergerak melemah, dan 512 saham stagnan dari 540 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini. Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama dari sektor industri dasar yang menguat 0,68 persen dan sektor infrastruktur yang naik 0,66 persen. Adapun sektor finansial dan pertanian masing-masing turun tipis 0,04 persen.

    Penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa lainnya di Asia Tenggara yang mayoritas terlihat positif. Indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 0,42 persen. Indeks PSEi Filipina turun tipis 0,08 persen. Sedangkan indeks FTSE KLCI Malaysia naik tipis 0,05 persen.

    Kepala Riset PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi potensi penguatan IHSG pada perdagangan hari ini di rentang 5.202-5.372.

    “Pengujung tahun 2016 telah tiba. IHSG masih menunjukkan progres penguatan terus-menerus yang ditunjang capital inflow yang masih akan terus berlangsung,” ucapnya seperti dikutip dari Bisnis.com.

    Hal ini, ucap William, merupakan salah satu faktor yang menunjang dan memberikan daya tarik kepada investor untuk terus berinvestasi di pasar modal Indonesia. Demikian juga dengan masih stabilnya perekonomian dalam negeri yang juga merupakan faktor penunjang raihan pertumbuhan yang cukup bagus bagi IHSG hingga akhir tahun 2016 ini.

    “Optimisme terhadap tahun 2017 tentunya wajib disambut dengan semangat tinggi agar harapan dapat tercapai sempurna,” ujar William.

    Dia menyebutkan support terlihat jelas cukup kuat pada level 5.202—yang dapat bertahan—serta usaha menembus resistan di level 5.372, yang sedang berusaha disempurnakan untuk menutup akhir perdagangan 2016. “Hari ini IHSG berpotensi menguat sehingga dapat ditutup dengan indah,” tutur William.

    Sejalan dengan penguatan IHSG, indeks Bisnis27 menguat 0,26 persen atau 1,20 poin ke 462,20 pada pukul 09.06 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan 0,13 persen atau 0,62 poin di posisi 461,61. Adapun nilai tukar rupiah menguat 0,26 persen atau 35 poin ke Rp 13.436 per dolar AS pada pukul 09.06 WIB.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.