Kembangkan PLTP, PLN Kejar Target Bauran Energi Terbarukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa instalasi transmisi listrik di Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) PT PLN (Persero) di Bengkayang, Kalimantan Barat, 10 Mei 2016. GITET Bengkayang merupakan tempat transmisi listrik interkoneksi dari Serawak, Malaysia diterima dan disalurkan ke enam wilayah di provinsi tersebut. TEMPO/PRAGA UTAMA

    Petugas memeriksa instalasi transmisi listrik di Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) PT PLN (Persero) di Bengkayang, Kalimantan Barat, 10 Mei 2016. GITET Bengkayang merupakan tempat transmisi listrik interkoneksi dari Serawak, Malaysia diterima dan disalurkan ke enam wilayah di provinsi tersebut. TEMPO/PRAGA UTAMA

    TEMPO.CO, Jakarta - Guna mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengembangkan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

    Salah satunya pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong unit 1-4 berkapasitas total 80 megawatt (MW) yang terletak di Kecamatan Lahendong, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

    Lebih dari 15 tahun, PLN sudah mengelola unit 1 hingga 4 Lahendong dan hingga kini pembangkit yang berasal dari panas bumi tersebut tiap tahun mampu memproduksi listrik hingga 520 gigawatt hour (GWh).

    Jumlah tersebut akan meningkat sejalan dengan pembelian listrik yang dilakukan PLN dari PLTP Lahendong 5 dan 6 berkapasitas 2 x 20 MW. Dengan pembelian ini, total kapasitas energi yang disalurkan PLN untuk masyarakat sebesar 120 MW dan dapat memenuhi kurang lebih 240 ribu kepala rumah tangga di Minahasa.

    "Pembelian listrik dari pembangkit energi baru terbarukan adalah wujud nyata PLN mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus bentuk pelayanan kami kepada masyarakat terkait dengan peningkatan rasio elektrifikasi, khususnya Sulawesi Utara dan Gorontalo," ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam rilisnya, Kamis, 29 Desember 2016.

    Terkait dengan energi baru terbarukan (EBT), dia menambahkan, pihaknya telah mencanangkan pengembangan pembangkit listrik berbasis EBT sebesar 22 ribu MW hingga 2025.

    Peningkatan kapasitas produksi pembangkit listrik berbasis EBT akan bersumber utama dari panas bumi, yaitu 6200 MW. Saat ini, PLN telah mengoperasikan PLTP dengan kapasitas 600 MW atau 40 persen dari total 1500 MW kapasitas terpasang di Indonesia.

    Sementara khusus untuk wilayah Sulawesi, PLN juga berencana membangun PLTP Kotamabagu 80 MW, PLTP Marana 20 MW, dan Bora Pulu 40 MW dengan total kapasitas 140 MW.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?