Telkom Resmikan SKKL SEA-ME-WE 5

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan SEA-ME-WE 5 dimulai pada 29 Agustus 2014.

    Pembangunan SEA-ME-WE 5 dimulai pada 29 Agustus 2014.

    INFO BISNIS - Dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai hub telekomunikasi dunia, Telkom Group meresmikan pengoperasian megaproyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Southeast Asia Middle East West Europe 5 (SEA-ME-WE 5) di Telkom Landing Station (TLS) Pantai Puak, Dumai, 28 Desember 2016.

    "Peresmian proyek kabel laut ini semakin mengukuhkan Indonesia sebagai hub telekomunikasi dunia," ujar Direktur Wholesale & Internasional Service Telkom Honesti Basyir.

    Menurut dia, SEA-ME-WE 5 menambah kepemilikan SKKL global yang dimiliki Telkom sebelumnya, seperti Dumai Malacca Cable System (DMCS), Batam Singapore Cable System (BSCS), Asia America Gateway (AAG), dan Singapore Japan Cable System (SJC). "Seluruh cable system ini dibangun dalam rangka mewujudkan visi Telin selaku pengelola bisnis internasional Telkom Group untuk menjadi The World’s Hub for TIMES," tutur Honesti.

    Kata Honesti, pemilihan Dumai sebagai landing station sangat tepat. Dumai, sebagai kota yang dilewati sistem komunikasi kabel laut SEA-ME-WE 5, memiliki sumber daya alam dan potensi masyarakatnya luar biasa. "Hal ini merupakan modal untuk menjadikan Indonesia sebagai hub bagi telekomunikasi dunia,” katanya.

    Direktur Network, Information Technology, & Solution Telkom Abdus Somad Arif mengatakan pembangunan SEA-ME-WE 5 dimulai pada 29 Agustus 2014 dan siap beroperasi mulai 13 Desember 2016. "Ke depan, seluruh rangkaian sistem kabel laut milik Telkom Group akan semakin lengkap konfigurasinya dengan kehadiran Southeast Asia United States (SEA-US) serta Indonesia Global Gateway (IGG)," ucapnya.

    Telkom Group melalui Telin berkolaborasi dengan 18 perusahaan telekomunikasi global melalui kepemilikan konsorsium untuk membangun kabel laut sepanjang 20 ribu kilometer. Kabel laut ini menghubungkan Indonesia langsung dengan 15 negara dari Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Eropa. Dumai menjadi titik awal landing station sampai SEA-ME-WE 5 ini berakhir di Toulon, Prancis.

    "SEA-ME-WE-5 memiliki kapasitas 24 terabita per detik menggunakan teknologi 100G sehingga mampu memenuhi kebutuhan bandwidth yang terus meningkat antara Asia dan Eropa dengan latensi yang rendah. Dengan demikian, Telkom Group dapat memberikan layanan yang lebih andal dan berkualitas," ujar Abdus.

    Telkom Group saat ini juga sedang membangun SKKL South East Asia-United States (SEA-US) yang menghubungkan langsung Manado ke Los Angeles, dan Indonesia Global Gateway (IGG) yang menghubungkan Manado ke Dumai, melengkapi pencapaian tujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai Global Digital TIMES Hub.

    Seluruh inisiatif pembangunan infrastruktur yang dilakukan Telkom Group ini untuk mewujudkan visi Telkom menjadi The King of Digital in the Region. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.