Erick Thohir Siap Suntik Rp 2 Triliun untuk AJB Bumiputera  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) telah mendapat komitmen penambahan modal sebesar Rp 2 triliun yang akan direalisasi pada Maret 2017.

    ”Investornya dari konsorsium Erick Thohir, sudah ada komitmennya, tapi detailnya belum tahu,” ujar Koordinator Pengelola Statuter AJB Bumiputera, Didi Achdijat, di Wisma Bumiputera, Jakarta, Rabu, 28 Desember 2016.

    Didi menuturkan, dengan adanya suntikan modal itu, perseroan akan memiliki ketersediaan uang tunai yang cukup untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah jatuh tempo pada 2017. Bukan hanya itu, dana segar yang masuk juga dapat digunakan hingga bertahun-tahun berikutnya karena perputaran hasil investasi.

    Dengan demikian, menurut Didi, skema penjualan AJB Bumiputera tidak lagi bergantung pada rencana pelepasan saham terbatas (rights issue) PT Evergreen Invesco Tbk (GREN).

    Didi menjelaskan, pemilahan aset finansial dan properti juga diharapkan membuat beban keuangan perseroan lebih efisien, selain mendapat ketersediaan uang tunai. PT Bumiputera Properti Investama nantinya akan membeli aset-aset properti milik tiga anak perusahaan AJB Bumiputera senilai Rp 3,2 triliun.

    Menurut Didi, skema strukturisasi ini telah dilaporkan dan mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Ini sebagai bagian dari tugas utama kami untuk melakukan strukturisasi secara menyeluruh guna memperkuat kondisi keuangan perusahaan dan memastikan terselenggaranya kegiatan operasional perusahaan secara baik dan lancar.”

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.