BI Lapor ke Polisi Soal Hoax Uang Rupiah Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lembaran mata uang Rupiah edisi baru. ANTARA/Adwit B Pramono

    Lembaran mata uang Rupiah edisi baru. ANTARA/Adwit B Pramono

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melapor ke polisi soal sejumlah isu yang beredar di media sosial ihwal pencetakan uang rupiah baru. Laporan dilayangkan ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, Rabu, 26 Desember 2016.

    "BI secara resmi menyampaikan laporan terkait dengan statement di media sosial mengenai pencetakan uang rupiah baru. Kami laporkan hari ini di Direktorat Pidana Khusus," kata Arbonas Hutabarat, Direktur Komunikasi Bank Indonesia, di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 28 Desember 2016.

    Arbonas menjelaskan, laporan sengaja dilakukan karena isu yang berkembang di media sosial telah mencemarkan nama baik bank sentral. Ada sejumlah isu yang diklaimnya merupakan fitnah.

    Baca: Rupiah Baru Disebut Mirip Yuan, Ini Klarifikasi BI

    Isu itu antara lain soal pencetakan uang rupiah baru yang dilakukan pihak swasta. Menurut Arbonas, hal itu fitnah. Berdasarkan undang-undang yang berlaku, pencetakan uang harus dilakukan badan usaha milik negara, yaitu Perum Peruri.

    "Statement tersebut seolah-olah mengatakan BI tidak melaksanakan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pencetakan Mata Uang. Untuk itu, kami menganggap ini sudah mencemarkan nama baik bahwa kami tidak melaksanakan undang-undang itu," ujarnya.

    Baca: Begini Cara BI Hindari Pemalsuan Uang Rupiah Baru

    Sebelumnya, beredar isu negatif di media sosial soal uang baru, di antaranya desain uang rupiah yang mirip dengan yuan dan pencetakan uang dilakukan swasta. Disebutkan bahwa pencetakan uang rupiah baru bukan dilakukan Peruri, melainkan PT Pura Barutama yang berlokasi di Kudus.

    Baca: Uang Rupiah Baru Dilengkapi Kode Khusus untuk Tunanetra

    "Dengan pelaporan ini, kami tegaskan informasi di Facebook bahwa BI mencetak di PT Pura Barutama tidak benar. Pencetakan uang tahun emisi 2016 dilaksanakan di dalam negeri sepenuhnya oleh Perum Peruri," tuturnya.

    GRANDY AJI | DRC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.