Libur Akhir Tahun, KAI Perpanjang Tiket Murah KA Siliwangi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air hujan menggenangi jalur kereta api sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta, 30 Agustus 2016. Dalam waktu sepekan kedepan, wilayah DKI Jakarta berpotensi mengalami banjir. TEMPO/Subekti.

    Air hujan menggenangi jalur kereta api sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta, 30 Agustus 2016. Dalam waktu sepekan kedepan, wilayah DKI Jakarta berpotensi mengalami banjir. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memperpanjang tarif murah layanan kereta api Perintis Siliwangi dengan tujuan Sukabumi-Cianjur, Jawa Barat, sebesar Rp 3.000, hingga tahun depan.

    Humas PT KAI Daop 2 Bandung Ilud Siregar mengatakan kontrak subsidi untuk KA Perintis Siliwangi akan diperpanjang hingga 2017 karena tingginya animo warga menggunakan transportasi massal tersebut.

    "Batasnya sampai bulan apa tahun depan, belum bisa saya pastikan. Namun nanti akan diluncurkan kembali. Tapi rencananya akan diperpanjang, sehingga pelayanan murah kereta api masih bisa dinikmati warga Cianjur-Sukabumi," katanya di Cianjur, Selasa, 27 Desember 2016.

    Ilud menambahkan, dengan tarif yang masih murah tersebut, diharapkan warga terus beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. "Ini upaya dan solusi menekan kemacetan. Kami berharap minat menggunakan transportasi massal, terutama kereta, terus meningkat," katanya.

    Seperti diberitakan, KA Perintis Siliwangi dengan tarif Rp 3.000 diresmikan pada Januari 2016 dan berlaku sampai Agustus 2016. Namun, pada Agustus 2006, tarif murah tersebut kembali disosialisasikan dan diperpanjang pemerintah pusat.

    Sebelum mendapatkan subsidi tarif murah kereta api, warga harus membeli tiket kereta tujuan Cianjur-Sukabumi seharga Rp 10 ribu untuk kelas ekonomi dan Rp 35 ribu untuk kelas eksekutif.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.