Minggu, 21 Oktober 2018

Diduga Mabuk, Pilot Citilink Bakal Dites Kesehatan Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Citilink Indonesia. TEMPO/Abdi Purmono

    Pesawat Citilink Indonesia. TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah menyatakan pilot maskapai Citilink penerbangan Surabaya-Jakarta, yang sebelumnya diduga mabuk, akan dibawa ke Jakarta. “Untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo ketika dihubungi, Rabu, 28 Desember 2016.

    Jika pilot tersebut memang dalam kondisi tidak fit, kata Suprasetyo, hal ini membuktikan maskapai penerbangan yang bersangkutan bersalah. Pasalnya, maskapai memberikan tugas kepada pilot yang berada dalam keadaan tidak fit. “Dan bisa diberikan sanksi,” tuturnya.

    Sebelumnya, seorang penumpang pesawat, Hendro T. Subiyantoro, yang juga pemegang akun @htsubiyantoro, mengatakan suara pilot terdengar melantur saat memberikan pengumuman melalui public announcer dalam kabin pesawat. 

    "Insiden di pswt @Citilink QG 800 Sub -CGK, pilotnya mabuk, omong ngelantur sblm take off. @CGK_AP2 @kemenhub151. Penumpang di suruh trn lagi," kata akun @htsubiyantoro, seperti yang dikutip dalam akun Twitter-nya, Rabu, 28 Desember 2016.

    Pada cuitan itu, @htsubiyantoro juga mengunggah video berdurasi 35 detik menayangkan suasana di dalam kabin pesawat. Para penumpang tampak gelisah. Beberapa penumpang juga terlihat berdiri.

    Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar membantah dugaan pilot Citilink penerbangan Surabaya-Jakarta mabuk. 
    “Kami sudah melakukan tes kepada dia, hasilnya negatif,” kata Benny kepada Tempo

    Benny menjelaskan, pilot yang bersangkutan telah dibawa ke klinik kesehatan bandara untuk melakukan tes urine dan tes fisik awal. “Dan hasilnya dinyatakan negatif,” tuturnya. Selain itu, manajemen Citilink akan memanggil pilot yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan medis lengkap di Balai Kesehatan Penerbangan di Jakarta.

    Mengenai dugaan pilot yang berbicara tidak jelas saat melakukan welcome announcement, menurut Benny, itu karena pilot menyadari tindakannya yang tidak profesional akibat datang agak terlambat. Melihat kondisi tersebut, juga untuk menjaga agar tidak terjadi delay panjang pada peak season ini, Citilink memutuskan mengganti pilot tersebut dan melanjutkan penerbangan QG800 dari Surabaya menuju Jakarta.

    Lebih jauh, terkait keterlambatan ini, Suprasetyo menyebut kalau seharusnya pilot selambat-lambatnya harus datang ke bandara 45 menit sebelum waktu pesawat boarding. “Karena dia harus melakukan briefing dengan semua awaknya sebelum terbang,” katanya.

    Suprasetyo menambahkan, seorang pilot, sebelum terbang, harus mengecek kondisi dan informasi yang berkaitan dengan penerbangan yang akan dijalaninya. “Karena itu, dia tidak boleh datang terlambat. Toleransinya, ya, 45 menit sebelum waktu boarding itu.”

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.