BCA Siapkan Uang Tunai Rp15 Triliun untuk Libur Akhir Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja (tengah) saat paparan kinerja Kuartal III 2016 di Jakarta, 26 Oktober 2016. Bank BCA berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 13,2 persen menjadi Rp15,1 triliun dari Rp13,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. TEMPO/Amston Probel

    Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja (tengah) saat paparan kinerja Kuartal III 2016 di Jakarta, 26 Oktober 2016. Bank BCA berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 13,2 persen menjadi Rp15,1 triliun dari Rp13,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyiapkan persediaan uang tunai sebesar Rp 15 triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai masyarakat pada periode libur akhir tahun ini. BCA pun mengungkapkan komitmennya untuk selalu memberikan layanan terbaik dan optimal.

    Selain penyediaan uang tunai, BCA melakukan persiapan di seluruh mesin ATM BCA untuk memastikan ATM beroperasi dengan baik dan layanan nasabah berjalan lancar. “Jadi, ATM BCA selalu siaga melayani masyarakat yang ingin bertransaksi,” ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja melalui keterangan tertulis, Rabu, 28 Desember 2016.

    Jahja menuturkan nasabah pun tetap dapat menggunakan layanan electronic channel, seperti ATM BCA, internet banking (KlikBCA), mobile banking (m-BCA), dan SMS banking, selama libur akhir tahun ini. Selain itu, nasabah dapat menggunakan ATM setoran tunai dan ATM STAR (setor-tarik) BCA yang disiagakan selama 24 jam.

    Jahja menambahkan, nasabah yang ingin memperoleh informasi mengenai daftar kantor cabang, weekend banking, promo BCA, dan lokasi ATM terdekat selama periode libur akhir tahun ini dapat mengakses situs www.bca.co.id atau menghubungi layanan Halo BCA (1500888).

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.