Kementerian PUPR Kebut Proyek Perbatasan NTT-Timor Leste  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan di gerbang masuk Timor Leste di Desa Motaain, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, 7 April 2016. Pintu Gerbang Motaain merupakan gerbang utama perbatasan Indonesia - Timor Leste selain Wini, Napan dan Distrik Oecusse. TEMPO/Frannoto

    Warga berjalan di gerbang masuk Timor Leste di Desa Motaain, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, 7 April 2016. Pintu Gerbang Motaain merupakan gerbang utama perbatasan Indonesia - Timor Leste selain Wini, Napan dan Distrik Oecusse. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan pembangunan infrastruktur perbatasan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan negara Timor Leste.

    Setelah merenovasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu, yakni PLBN Motaain di Kabupaten Belu dan PLBN Motamassin di Kabupaten Malaka, Kementerian PUPR juga akan membangun jalan di Pulau Timor.

    Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga saat ini tengah membangun jalan perbatasan NTT provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste sepanjang 176,19 kilometer dengan 27 jembatan yang dikenal dengan istilah Sabuk Merah Sektor Timur di kabupaten Bellu.

    Untuk sebelah barat, Kementerian PUPR juga akan membangun jalan Sabuk Merah Sektor Barat di daerah Timor Tengah Utara (TTU). Saat ini, jalan Sabuk Merah Sektor Barat sepanjang 30,88 kilometer dengan 12 buah jembatan sedang dalam perencanaan dan diharapkan konstruksinya dapat dilakukan pada 2018.

    Adapun pada tahun anggaran 2016 terdapat dua paket pekerjaan yang merupakan pembangunan jalan akses PLBN dengan sistem kontrak tahun tunggal, yakni paket pembangunan jalan ruas Wini-Sakato sepanjang 2,3 kilometer dan ruas Lakafean-Motaain 1,5 kilometer.

    Untuk pembangunan jalan dengan sistem kontrak tahun jamak dilakukan pada ruas jalan Motaain-Silawan-Salore-Haliwen-Sadi-Asumanu-Haekesak sepanjang 25,2 kilometer dengan anggaran Rp 106,4 miliar dan ruas jalan Jalan Motamasin-Laktutus-Dafala sepanjang 24,53 kilometer dengan anggaran Rp 106,4 miliar yang telah kontraknya ditandatangani pada 2 Desember lalu.

    "Sedangkan untuk pembangunan ruas jalan Dafala-Nualain sepanjang 34,275 kilometer baru masuk tahap proses penetapan oleh Menteri PUPR dengan anggaran Rp 147,2 miliar," tulis Kementerian PUPR dalam keterangan resmi, Selasa, 27 Desember 2016.

    Selain membangun jalan, Kementerian PUPR tengah membangun jembatan sektor perbatasan dengan total anggaran Rp 670 miliar. Pembangunan jembatan tersebut dibagi menjadi dua sektor, yaitu sektor Timur dan Barat.

    Total kebutuhan pembangunan jembatan sektor Timur sebanyak 27 jembatan dengan panjang 1.744 meter adalah Rp 558 miliar. Sementara total kebutuhan jembatan sektor Barat sebanyak 12 jembatan dengan panjang 384 meter adalah Rp 112 miliar. Pembangunan jembatan tersebut akan dimulai pada 2017 dan rencananya akan selesai pada 2019.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.