Peluang Baru: Jalur Laut Sulut-Filipina Selatan Dibuka 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Tol Laut Mutiara Persada III sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 8 Mei 2015. Kapal jenis RoRo (Roll on-Roll off) dengan Gross-Tonage 15380 ton, melayani jurusan Pelabuhan Panjang Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. ANTARA/Didik Suhartono

    Kapal Tol Laut Mutiara Persada III sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 8 Mei 2015. Kapal jenis RoRo (Roll on-Roll off) dengan Gross-Tonage 15380 ton, melayani jurusan Pelabuhan Panjang Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City siap menyukseskan pembukaan konektivitas laut antara Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Indonesia dengan Filipina Selatan melalui pelayaran kapal roll-on/roll-off (RORO) Bitung-General Santos City-Davao City.

    Keterangan tertulis dari KJRI Davao City yang diterima di Jakarta, Selasa, 27 Desember 2016, menyebutkan, dalam upaya membuka konektivitas laut dimaksudkan, Konsul Jenderal RI Davao City Berlian Napitupulu melakukan kunjungan kerja ke Manado dan Bitung pada 19 Desember 2016.

    Kunjungan ke Bitung dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan infrastruktur pelabuhan dan mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi aktif demi terwujudnya rencana konektivitas Roro Bitung-General Santos City-Davao City yang diharapkan dapat diresmikan pada April 2017.

    Dalam kesempatan tersebut, pihak PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) selaku pengelola Pelabuhan Kontainer Bitung menjelaskan, di pelabuhan itu, terdapat tiga terminal, yaitu terminal RORO Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP); terminal kontainer internasional; serta terminal/dermaga konvensional.

    Adapun untuk berlabuhnya Kapal RORO tersebut dapat menggunakan dermaga konvensional yang saat ini dalam proses pengembangan dan akan rampung sebelum pelayaran perdana kapal RORO tersebut pada April 2017.

    Selain berkunjung ke pelabuhan, Konjen Berlian juga bertemu dengan Walikota Bitung dan Sekretaris Provinsi Sulut serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sulut.

    Dalam kesempatan itu, Konjen Berlian meminta partisipasi aktif dari pihak-pihak terkait di Sulut.  “Koordinasi dan kerja sama yang intens antara instansi Pusat dan Daerah adalah kunci keberhasilan realisasi RORO ini,” ujarnya.

    Setiap instansi, menurut Berlian, perlu memperhatikan kepentingan dan masalah yang dihadapi oleh instansi terkait lainnya agar terjadi koordinasi dan sinergi, sehingga proyek bisa berkelanjutan.

    Berlian juga melakukan pertemuan dengan Sekretaris Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulut beserta sekitar 20 anggotanya yang sangat berharap rencana RORO Bitung-Gensan City-Davao City dapat segera terealisasi.

    Para pelaku usaha tersebut juga berharap kapal RORO tidak hanya membawa muatan kargo, tapi juga penumpang.

    Walaupun pihak Filipina lebih memprioritaskan proyek RORO Bitung-Gensan City-Davao City pada kargo, jika kontak dagang sudah lancar, arus penumpang akan menyusul dan bahkan konektivitas udara Manado-Davao, yang dulu pernah ada, bisa dibuka kembali.

    Konjen Berlian juga menyampaikan bahwa sebagai perpanjangan tangan pemerintah dan masyarakat Indonesia di Filipina Selatan, KJRI Davao City akan selalu siap meningkatkan kegiatan promosi Indonesia serta kerja sama Indonesia dan Filipina di bidang ekonomi dan perdagangan.

    ”Termasuk di dalamnya adalah pembukaan konektivitas laut melalui peluncuran kapal RORO Bitung-Gensan City-Davao City,” kata Konjen RI Davao City.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.