Aksi Window Dressing Picu Penguatan IHSG  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir transaksi Selasa petang ditutup menguat senilai 75,25 poin diwarnai dengan adanya fenomena window dressing atau adanya saham yang sedang melemah dijual dan saham yang sedang menguat dibeli investor.

    IHSG BEI ditutup menguat 75,25 poin atau 1,49 persen menjadi 5.102,95, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 16,93 poin (2,04 persen) menjadi 845,67. “Fenomena window dressing mulai turut membawa semaraknya IHSG. Fenomena itu mewarnai transaksi saham pada akhir Desember,” ujar analis dari NH Korindo Securities, Bima Setiaji, di Jakarta, Selasa, 26 Desember 2016.

    Baca: Dalam Sepekan, IHSG Turun 3,90 Persen

    Ia mengemukakan bahwa kenaikan IHSG BEI juga ditunjang oleh kenaikan bursa saham di kawasan Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), selain didukung oleh data historikal pada Desember yang umumnya terjadi. “Pada Desember IHSG selalu positif dalam 10 tahun terakhir. Jadi, peluang IHSG naik dalam beberapa hari ke depan masih ada,” katanya.

    Analis dari Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, menyatakan potensi kenaikan IHSG BEI masih terlihat cukup kuat, mengingat kondisi perekonomian dalam negeri relatif masih cukup stabil.

    Baca: Akhir Pekan, IHSG Ditutup Melemah 0,3 Persen

    “Penguatan IHSG BEI juga ditunjang oleh optimisme pelaku pasar saham terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik pada 2017 mendatang yang tentunya diharapkan lebih baik dibanding 2016,” ujarnya.

    Ia memproyeksikan, pergerakan IHSG BEI pada perdagangan hari selanjutnya, Rabu, 28 Desember 2016, akan bergerak di kisaran 5.017–5.221 poin dengan kecenderungan menguat.

    Adapun BEI mencatat frekuensi perdagangan saham di pasar reguler mencapai 195.850 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,422 miliar lembar saham senilai Rp 7,078 triliun.

    Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei Jepang, naik 6,42 poin (0,03 persen) ke level 2.403,06, indeks KOSPI Korea Selatan menguat 4,42 poin (0,22 persen) ke level 2.042,17, dan Straits Times Singapura menguat 14,18 poin (0,49 persen) posisi 2.885,23.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.