Menteri Rini Minta ASDP Benahi Pelabuhan Merak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kiri) bersama (kiri-kanan) Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, Direktur Bank BRI Asmawi Syam, Direktur Bank BNI Ahmad Baiquni dan Direktur Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo saat peluncuran kartu Railpay di sebuah mini market di Stasiun Juanda, Jakarta, 19 Desember 2016. PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerjasama dengan bang Mandiri, BNI dan BRI meluncurkan uang eletronik dalam bentuk kartu multiguna

    Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kiri) bersama (kiri-kanan) Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, Direktur Bank BRI Asmawi Syam, Direktur Bank BNI Ahmad Baiquni dan Direktur Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo saat peluncuran kartu Railpay di sebuah mini market di Stasiun Juanda, Jakarta, 19 Desember 2016. PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerjasama dengan bang Mandiri, BNI dan BRI meluncurkan uang eletronik dalam bentuk kartu multiguna "Railpay" berupa kartu pembayaran dan keanggotaan yang di dalamnya berisi uang elektronik untuk berbagai macam fungsi transaksi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta PT ASDP Indonesia Ferry mengembangkan Pelabuhan Merak menjadi pelabuhan dengan layanan moda terintegrasi. Saat ini, layanan di Merak cukup komplit dengan adanya kereta api dan bus.

    "Pada 2018 diharapkan Pelabuhan Merak dapat menyediakan layanan premium, khususnya untuk kendaraan golongan IV penumpang, di samping rencana implementasi layanan tiket online e-ticketing untuk mobil pribadi," ujar Rini saat meninjau pelabuhan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin, 26 Desember 2016.

    Menurut Rini, pembenahan pelabuhan penting dilakukan karena tingginya angka pertumbuhan mobil pribadi. Pada 2018, sejumlah ruas tol Trans Sumatera juga ditargetkan rampung dalam mendukung perhelatan Sea Games.

    Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan konsep pengembangan Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang komprehensif dan terpadu. "Ke depan akan diciptakan pusat ekonomi di sini sehingga trennya pelabuhan tidak hanya menjadi prasarana untuk menyeberang, melainkan menjadi destinasi wisata yang memberikan atmosfer dan pengalaman berbeda saat dikunjungi," ujarnya.

    Dalam waktu dekat akan difokuskan pada penyelesaian pembangunan dermaga VI serta mengakselerasi proses tender pembangunan dermaga VII. "Kendala kami bukan jumlah kapal, tapi dermaga yang masih kurang. Saat ini, untuk meningkatkan produktivitas dermaga, kita percepat port time dari 60 menit menjadi 45 menit, dan sailing time dari 120 menit menjadi 100 menit," tuturnya.

    Faik menargetkan pembangunan dermaga VI pelabuhan Merak dapat rampung seluruhnya pada Februari 2017. "Untuk dermaga VII di Bakauheni sudah mencapai 35 persen dan untuk dermaga VII di Merak masih dalam proses tender," katanya.

    Faik optimistis dapat menyelesaikan satu per satu rencana pembangunan dermaga di pelabuhan Merak dan Bakauheni sesuai dengan target yang ditentukan. "Untuk layanan premium, kami harapkan dapat terealisasi di dermaga VI sebelum perhelatan Sea Games 2018. Nantinya diharapkan kendaraan golongan IV penumpang dapat menikmati layanan lebih, baik di pelabuhan maupun di atas kapal," ujarnya.

    Misalnya, lanjut dia, pengguna jasa dengan kendaraan golongan IV penumpang dapat menikmati jasa lounge ataupun fasilitas valet parking di atas kapal.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong PT ASDP terus meningkatkan kemampuan angkutan roro, tidak hanya sebagai pendukung angkutan penumpang dan logistik nasional, melainkan pendukung pelabuhan hub sehingga konsolidasi angkutan laut lebih optimal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.