Dalam Sepekan, IHSG Turun 3,90 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monitor pergerakan saham gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Monitor pergerakan saham gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di sepanjang pekan kemarin, dari 19 sampai 23 Desember 2016, menurun hingga 3,90 persen menjadi 5.027,70.

    Dalam perdagangan akhir pekan sebelumnya, 16 Desember 2016, IHSG berada pada posisi 5.231,65 poin. Penurunan IHSG juga diikuti dengan menurunnya kapitalisasi pasar sebesar 3,83 persen dari Rp 5.679.73 triliun menjadi Rp 5.462 triliun.

    Kepala Komunikasi PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengungkapkan, sepanjang pekan, perdagangan juga masih diwarnai aksi jual investor asing. Hal ini mengakibatkan keluarnya modal asing (capital outflow) dari Indonesia semakin meningkat. Meski demikian, jika dihitung secara tahunan, asing masih mencatatkan aksi beli bersih (nett buy).

    “Investor asing di sepanjang pekan ini mencatatkan penjualan bersih dengan nilai Rp 710 miliar. Secara tahunan, aliran dana investor asing tercatat masih beli bersih Rp 15,35 triliun,” kata Yulianto melalui pesan tertulis, Minggu, 25 Desember 2016.

    Di samping itu, rata-rata volume transaksi harian perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di sepanjang periode 19–23 Desember 2016 naik 15,19 persen menjadi 14,33 miliar saham dari 12,44 miliar saham pada sepekan sebelumnya.

    Namun hal itu tidak dibarengi dengan rata-rata nilai transaksi harian BEI, yang menurun hingga 15 persen menjadi Rp 7,59 triliun dibanding pekan sebelumnya, yang sebesar Rp 8,93 triliun.

    Rata-rata volume transaksi harian di BEI juga ikut berubah 0,81 persen menjadi 263,27 ribu kali transaksi dari rata-rata volume transaksi harian pekan lalu 265,42 ribu kali transaksi.

    DESTRIANITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.