Penyerapan Anggaran Kementerian PUPR Mencapai 86 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyaksikan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol Jakarta Cikampek II Elevated dan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, di Kementerian PUPR, Jakarta, 5 Desember 2016. TEMPO/Diko Oktara

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyaksikan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol Jakarta Cikampek II Elevated dan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, di Kementerian PUPR, Jakarta, 5 Desember 2016. TEMPO/Diko Oktara

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, realisasi penyerapan anggaran kementeriannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 telah mencapai 86 persen per 22 Desember. Kementerian PUPR memperkirakan penyerapan anggaran hingga akhir 2016 mencapai 93 persen.

    "Sampai kemarin, penyerapan mencapai 86 persen. Tapi kan ini berjalan terus proses administrasi. Kalau pengajuannya terakhir 30 Desember. Insya Allah, masih bisa tercapai 93 persen," kata Basuki saat ditemui usai peresmian Lembaga Manajemen Aset Negara di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Desember 2016.

    Menurut Basuki, penyerapan anggaran Kementerian PUPR tahun ini lebih baik dari 2015. Pada triwulan I lalu, penyerapan mencapai 7-10 persen. "Kalau triwulan I 2015, hanya nol koma sekian persen. Kalau 2017, sekarang sudah ditenderkan. Januari akan ada penandatanganan kontrak yang lebih besar dari 2016," ujarnya.

    Basuki menambahkan pada 2017 mendatang, Kementerian PUPR akan tetap memprioritaskan pembangunan proyek-proyek infrastruktur, terutama jalan, jembatan, dan air baku. Tahun depan, Kementerian PUPR juga mengusulkan proyek strategis nasional baru. "Ada beberapa ruas jalan tol, air baku, dan bendungan."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.