Konstribusi Pertumbuhan Industri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pengembangan PT Antam Johan Nababan, Direktur Operasi II PT Wijaya Karya Bambang Pamujo, dan Associate Director Kawasaki Heavy Industries Ltd. Eguma menandatangani kontrak kerjasama proyek pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, 21 Desember 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Direktur Pengembangan PT Antam Johan Nababan, Direktur Operasi II PT Wijaya Karya Bambang Pamujo, dan Associate Director Kawasaki Heavy Industries Ltd. Eguma menandatangani kontrak kerjasama proyek pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, 21 Desember 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Sektor industri pengolahan non-migas tumbuh 4,71 persen dan memberikan kontribusi 17,82 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan III/2016.

    "Kontribusi industri merupakan yang terbesar dibandingkan sektor-sektor lainnya," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menggelar konferensi pers akhir tahun di Jakarta, Kamis, 22 Desember 2016.

    Selain itu, Airlangga menyampaikan, sektor industri juga mempunyai kontribusi dalam penumbuhan beberapa sektor ekonomi, khususnya pada perdagangan besar dan ecer dan reparasi mobil dan sepeda motor.

    "Sehingga, apabila dijumlahkan kontribusi industri pengolahan non-migas bisa mencapai 30 persen," ungkap Airlangga.

    Industri makanan dan minuman menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan industri yakni sebesar 33,61 persen; disusul industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik sebesar 10,68 persen; dan industri alat angkut sebesar 10,35 persen.

    Dari sisi ekspor, pada periode Januari-November 2016 industri pengolahan non-migas membukukan nilai sebesar 99,65 miliar dollar AS atau berkontribusi 76,3 persen terhadap ekspor nasional sebesar 130 miliar dollar AS.

    "Kontribusi tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 72,18 persen," ujar Airlangga.

    Sementara nilai impor industri pengolahan non-migas sebesar 97,98 miliar dollar AS, pada Januari-November 2016 terdapat surplus neraca perdagangan sektor industri sebesar 1,67 miliar dollar AS.

    Selain itu, investasi sektor industri juga menjadi motor pertumbuhan sektor industri, di mana pada Januari-September 2016, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sektor industri mencapai Rp75,41 triliun atau naik 19,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Sedangkan, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sektor industri mencapai 13,09 miliar dollar AS atau naik 53,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Untuk tenaga kerja yang bergerak dibidang industri, mengalami peningkatan, yaitu sebesar 15,54 juta orang per Agustus 2016 atau mengalami peningkatan 1,87 persen dibandingkan periode Agustus 2015.

    "Artinya, dari sektor pertumbuhan, ekspor, investasi dan tenaga kerja mengalami peningkatan," pungkas Airlangga.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.