Genjot Angkutan Barang, KAI Cari Mitra Pebisnis Truk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Corporate Deputi Director Technology Enginering & Asset PT KAI Dwiyana (kedua kiri) berbincang dengan SVP Enginering Operation & Technology Development Direktorat Gas PT Pertamina Tanuji (kiri), Vice President LNG PT Pertamina Didik Sasongko (kedua kanan), dan Kepala PT KAI Daerah Operasional (Daop) II Bandung Saridal (kanan) saat meninjau tabung bahan bakar kereta api Argo Parahyangan Liqufied Natural Gas (LNG) jurusan Bandung-Jakarta di Stasiun Bandung, Jawa Barat, 20 Desember 2016. ANTARA/Novrian Arbi

    Corporate Deputi Director Technology Enginering & Asset PT KAI Dwiyana (kedua kiri) berbincang dengan SVP Enginering Operation & Technology Development Direktorat Gas PT Pertamina Tanuji (kiri), Vice President LNG PT Pertamina Didik Sasongko (kedua kanan), dan Kepala PT KAI Daerah Operasional (Daop) II Bandung Saridal (kanan) saat meninjau tabung bahan bakar kereta api Argo Parahyangan Liqufied Natural Gas (LNG) jurusan Bandung-Jakarta di Stasiun Bandung, Jawa Barat, 20 Desember 2016. ANTARA/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia bakal menggandeng beberapa perusahaan truk mulai tahun depan untuk menggenjot pendapatan angkutan barang menggunakan kereta api.

    Direktur Komersial dan TI PT Kereta Api Indonesia (KAI) M. Kuncoro Wibowo mengatakan perusahaan truk itu akan membantu perseroan melayani angkutan barang dengan model dari pengirim hingga ke konsumen yang dituju atau door to door sercive. Nantinya, dia menambahkan barang milik konsumen yang diangkut kereta api bisa dialihkan menggunakan truk sampai ke tangan penerima.

    “Kita bersama-sama dengan pengusahanya, kami, Grab untuk bisa bareng, kolaborasi lah, untuk angkut di kereta barang,” kata Kuncoro di Jakarta, Senin, 19 Desember 2016.

    Selain mengembangkan door to door service, dia menuturkan pihaknya juga berencana membuka jalur KA di seluruh kawasan industri yang ada di Indonesia. Langkah itu juga diikuti dengan pembukaan jalur KA barang hingga menuju pelabuhan di Jawa dan Sumatra. Kuncoro berharap para pemilik barang bisa mendapatkan kemudahan dengan pembukaan jalur KA di kawasan industri hingga menuju pelabuhan.

    Terkait dengan angkutan ritel, dia menyatakan pihaknya bakal mengadopsi sistem barcode guna meningkatkan layanan kepada konsumen. Penggunaan barcode, tegasnya, memudahkan pengguna KA barang ritel melacak keberadaan barangnya. Selain itu, Kuncoro mengatakan pihaknya juga akan meningkatkan frekuensi angkutan barang jenis batu bara milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada tahun depan.

    Selama ini, angkutan barang milik PTBA memberikan kontribusi sebesar 65 persen dari total angkutan barang milik perseroan. Kuncoro menuturkan perseroan berencana membuka layanan KA barang hingga masuk ke Pelabuhan Penye be rangan Merak, Banten. Menurut Kuncoro, KA barang bisa menjadi solusi bagi pemilik barang lintas Sumatra dan Jawa mengingat pada periode tertentu truk tidak bisa menjangkau Pelabuhan Penyeberangan Merak.

    Pada 2017, Kuncoro menargetkan PT KAI bisa meraup pendapatan dari angkutan barang mencapai Rp 6,3 triliun. Jumlah tersebut, paparnya, mengalami peningkatan sebesar 34,04 persen dibandingkan tahun ini yang mencapai Rp 4,7 triliun.

    Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bidang Distribusi dan Logistik Kyatmaja Lookman menyatakan siap bekerja sama dengan PT KAI terkait dengan peningkatan angkutan barang berbasis rel.

    Kyatmaja menuturkan para pelaku usaha truk bisa menawarkan banyak pilihan kepada konsumen melalui kerja sama tersebut. “Nah, kita bisa tawarkan dua kelas lagi, 20 feet dan 40 feet,” katanya.

    Nantinya, Kyatmaja yang juga CEO Lookman Djaja mengatakan, para pelaku usaha truk tetap menawarkan ke konsumen layanan door to door meskipun menggunakan kereta api. Dia menuturkan pelaku usaha truk akan membayar angkutan dari stasiun ke stasiun kepada operator KA. “Misal jual ke konsumen Jakarta-Surabaya Rp 8 juta. biaya kereta Rp5 juta ,” papar Kyatmaja. Pelaku usaha truk, tambahnya, akan menjemput dan mengantar barang ke stasiun dan tempat pelanggan dengan adanya kerja sama tersebut.

    Kolaborasi antara operator KA barang dengan para pelaku usaha truk, paparnya, membuat operator KA barang berperan sebagai fasilitator, bukan pesaing angkutan truk seperti yang terjadi selama ini. Menurutnya, operator angkutan KA barang yang memiliki atau menyewa truk sendiri membuatnya memiliki layanan door to door.

    Kondisi tersebut, dia meneruskan, membuat operator KA barang menjadi pesaing pengusaha angkutan truk. “Kalau konsep begini banyak yang kurang suka dari anggota-anggota kita yang lain karena enggak pas kita lawan BUMN. Di sektor yang sudah matang, BUMN seyogyanya kan pembuka jalan,” tutur Kyatmaja.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.