IHSG Berpeluang Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016.  IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016. IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu, 21 Desember 2016 diperkirakan bergerak bervariasi. IHSG juga berpeluang mengalami penguatan secara teknikal atau technical rebound, menyusul sejumlah saham unggulan berada di area support kuatnya.

    "IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.140 dan resisten di 5.210," ujar analis ekonomi dari First Asia Capital David Sutyanto dalam pesan tertulisnya.

    Selain itu, dari sentimen eksternal, meredanya kekhawatiran ketegangan geopolitik global pasca insiden di Jerman maupun Turki, putusan Bank Sentral Jepang (BoJ) yang mempertahankan kebijakan tingkat bunga negatif, dan data China seperti CB leading index Desember ini naik 1 persen lebih tinggi dari November di 0,8 persen diharapkan bisa memberikan sentimen positif di pasar.

    "Meski demikian, pergerakan IHSG masih akan dibayangi dengan arus dana asing yang keluar (capital outflow)," ucap David.

    Pada perdagangan saham kemarin kembali didominasi aksi jual. IHSG kembali terkoreksi untuk tujuh hari perdagangan berturut-turut, tutup koreksi 29,43 poin  (0,6 persen) di 5.162,47. Tekanan jual terutama didominasi pemodal asing. Penjualan bersih asing kemarin mencapai Rp 567,67 miliar di Pasar Reguler.

    "Menjelang akhir tahun, psikologis pasar cenderung mengamankan posisi cash-nya di tengah meningkatnya risiko capital outflow di emerging market terutama Indonesia," kata David.

    Di saat bersamaan, harga komoditas logam dan perkebunan cenderung terkoreksi sehingga memicu aksi ambil untung lanjutan atas saham pertambangan logam dan perkebunan. Dari eksternal, risiko pasar cenderung meningkat dipicu sejumlah insiden teror tadi malam seperti di Turki dan Berlin yang menimbulkan ketegangan geopolitik.

    Menurut David, akumulasi kejadian-kejadian teror dalam beberapa bulan terakhir, terutama di kawasan Eropa telah meningkatkan risiko keamanan global dan pada gilirannya bisa berimbas pada pemulihan ekonomi global.

    Sementara pasar saham global tadi malam melanjutkan penguatannya. Indeks saham di zona Euro, Eurostoxx menguat 0,66 persen di 3.279,41. Di Wall Street indeks DJIA kembali untuk 17 kalinya mencatatkan level tertinggi baru sejak pilpres 8 Nopember lalu.

    Indeks DJIA tadi malam tutup di 19.974,62 atau naik 0,46 persen. Indeks S&P dan Nasdaq masing-masing menguat 0,36 persen dan 0,49 persen di 2.270,76 dan 5.483,94. Adapun harga minyak mentah tadi malam menguat tipis 0,2 persen di US$ 52,23 per barel.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.