PLN Alihkan 701.618 Pelanggan Tarif Subsidi ke Reguler  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tagihan listrik, pulsa listrik, kenaikan tarif listrik. ANTARA FOTO

    Ilustrasi tagihan listrik, pulsa listrik, kenaikan tarif listrik. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal mengalihkan 701.618 pelanggan rumah tangga R1 900 VA di Sulawesi Selatan dari tarif subsidi menjadi tarif reguler atau keekonomian mulai awal tahun depan.

    GM PLN Wilayah Sulselrabar Wasito Adi mengatakan pengalihan tersebut mengacu pada hasil pendataan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Data itu menyebutkan pelanggan 900 VA tersebut tidak masuk klasifikasi keluarga miskin dan tidak layak mendapatkan subsidi.

    "Secara bertahap akan kita alihkan ke tarif keekonomian dan difasilitasi migrasi ke 1.300 VA sesuai dengan klasifikasinya non-subsidi," katanya, Selasa, 20 Desember 2016.

    Langkah tersebut dijalankan berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN dan Permen ESDM Nomor 29 Tahun 2016 tentang Mekanisme Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik untuk Rumah Tangga.

    Selain itu, lanjut Wasito, pelanggan yang memiliki daya di atas 900 VA, tapi berkualifikasi sesuai dengan yang dipersyaratkan sebagai penerima subsidi listrik, bisa mengajukan permohonan mendapatkan tarif subsidi.

    "Tahapan pengajuan permohonan bisa dilakukan pelanggan melalui kelurahan sesuai dengan alamat domisili, mengisi formulir, selanjutnya diproses melalui aplikasi khusus di tingkat kecamatan," ucapnya.

    Adapun untuk wilayah Sulselrabar secara keseluruhan, terdapat 903.764 pelanggan 900 VA yang berklasifikasi mampu dan akan difasilitasi untuk migrasi menjadi pelanggan 1.300 VA sesuai dengan hasil pendataan TNP2K serta telah divalidasi PLN.

    Pengalihan tersebut berorientasi agar subsidi listrik bisa tepat sasaran, yakni untuk keluarga tidak mampu sesuai dengan peruntukan awal kebijakan itu.

    Adapun bagi pelanggan yang migrasi akan dikenakan tarif keekonomian atau adjustment yang penghitungan tarifnya berdasarkan kurs dolar Amerika Serikat, harga minyak Indonesia, dan inflasi.

    Manajer Hukum dan Humas PLN Sulselrabar menambahkan, sebagian besar pelanggan 900 VA yang bakal dialihkan ke non-subsidi tersebut berada di wilayah perkotaan.

    Sebagai gambaran, lanjutnya, khusus di unit Sulsel, pelanggan 900 VA tersebut terkonsentrasi di area dengan karakteristik perkotaan, seperti Makassar 262.121 pelanggan, sedangkan selebihnya tersebar pada lima area lain.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.