Perbankan Mulai Tukarkan Uang Baru dari BI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunjukkan uang pecahan baru. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Warga menunjukkan uang pecahan baru. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri perbankan mulai menukar dan menarik simpanannya di Bank Indonesia dengan 11 pecahan uang rupiah baru tahun emisi 2016.

    Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi  mengatakan BI hanya memenuhi permintaan perbankan untuk uang rupiah baru secara proposional dengan menimbang ketersediaan uang baru dan kualitas uang yang tengah beredar di masyarakat."Kami penuhi permintaan perbankan secara proposional," katanya kepada Antara di Jakarta, Selasa 20 Desember 2016.

    Pertimbangan BI, kata Suhaedi, mendistribusikan uang baru kepada perbankan sesuai dengan jumlah keseluruhan ketersediaan uang baru. Namun, Suhaedi tidak merinci berapa ketersediaan uang baru tersebut.

    Selain itu, BI juga mendistribusikan uang baru tersebut dengan memperhatikan kualitas masing-masing pecahan uang rupiah lama. "Kami memperhatikan ketersediaan uang baru atau layak edar maupun kualitas uang yang beredar di masyarakat untuk masing-masing pecahan," kata dia.

    Gubernur BI Agus Martowardojo sebelumnya memastikan jumlah uang baru cukup untuk memenuhi kebutuhan peredaran uang di masyarakat.

    Baca Juga: Warga Bandung Serbu Mobil Penukaran Uang Rupiah Baru

    Perihal anggaran yang dihabiskan BI untuk mencetak 11 pecahan uang rupiah baru tersebut, Agus mengatakan BI akan menjelaskannya saat laporan tahunan Bank Indonesia kepada Dewan Perwakilan Rakyat. "Saya tidak bisa jelaskan sekarang, nanti saat laporan tahunan BI," kata dia.

    Mantan Menteri Keuangan itu memastikan keseluruhan 11 pecahan uang baru sudah tersedia di 33 Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia pada Senin saat pertama kalinya penerbitan uang baru tersebut. "Senin sudah mulai didistrbusikan, dan kurang dari tiga bulan ke depan, penyebarannya akan merata," ujar dia.

    Meskipun terdapat 11 pecahan uang rupiah baru, BI menjamin uang rupiah lama tetap berlaku untuk digunakan masyarakat. Uang rupiah lama tetap berlaku hingga BI mengumumkan untuk mencabut uang rupiah lama dari peredaran.

    Simak: BI Yogyakarta Sediakan Uang Rupiah Baru Bertahap 

    Adapun uang rupiah baru tersebut terdiri dari tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.