Harga BBM Tak Naik hingga Maret 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong unit 5 dan 6 yang dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu, 26 November 2016. TEMPO/Larisaa

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong unit 5 dan 6 yang dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu, 26 November 2016. TEMPO/Larisaa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak jenis pelayanan publik (public service obligation/PSO) hingga Maret 2017. Pemerintah tetap menahan harga kendati tren harga minyak dunia tengah naik.

    "Premium, solar, dan minyak tanah tidak naik dulu. Kami akan lihat Januari atau Februari perkembangannya," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di kantornya, Selasa, 20 Desember 2016.

    Baca: Jonan Bandingkan Industri Kilang Minyak dengan Facebook

    Dengan demikian harga jual Premium tetap Rp 6.450 per liter, Rp 5.150 per liter untuk solar bersubsidi, dan Rp 2.500 per liter untuk minyak tanah.

    Jonan menuturkan pemerintah mengambil keputusan itu untuk menjaga daya beli masyarakat. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2015, pemerintah mengevaluasi harga BBM jenis solar dan Premium setiap tiga bulan.

    "Kira-kira dalam tiga bulan ini kami evaluasi untuk tidak dinaikkan lebih dahulu. Ini upaya pemerintah yang luar biasa untuk membantu daya beli masyarakat agar tidak menurun," ujarnya.

    Baca: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Genjot Industri

    Keputusan pemerintah membuat Pertamina menjual harga BBM di bawah harga keekonomian saat ini. Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang mengatakan kenaikan harga meant of plates atau MOPS dipicu kesepakatan organisasi negara eksportir minyak (OPEC) menurunkan produksi hingga 1,2 juta barel per hari (bph) tahun depan. Kenaikan MOPS diprediksi memperbesar defisit Pertamina hingga Rp 700 per liter.

    Dia mengakui defisit sudah dirasakan Pertamina sejak September lalu. Saat itu, MOPS berada pada US$ 55-60 per barel. Perusahaan sudah mengusulkan perubahan harga kepada pemerintah. Namun Kementerian ESDM hanya menyetujui kenaikan harga Premium Rp 500 per liter. Akhirnya Pertamina menambal defisit dari dana bantalan sekitar Rp 2 triliun.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.