Produsen Power Bank Amerika Serikat Jajaki Pasar RI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat pengisi baterai gadget (power bank). diytrade.com

    Alat pengisi baterai gadget (power bank). diytrade.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen power bank dan charger premium asal Amerika Serikat, Anker Technology, bakal meramaikan kompetisi pasar gadget di Indonesia pada 2017.

    Anker, yang adalah salah satu merek dagang terlaris di situs jual beli amazon.com, akan menerjunkan investasi perdananya untuk produk pengisi daya di Indonesia mulai tahun depan.

    Regional Sales Head South Asia, Australia, and New Zealand Anker Technology Mario Luo mengklaim berbeda dengan kompetitor yang sudah lebih dulu masuk ke pasar RI, Anker mengusung eksklusivitas dalam memasarkan produknya.

    "Setelah memimpin pasar khusus untuk produk portable charger di Amerika, Inggris, Jepang dan Denmark, produk yang mempunyai pasar kelas premium ini mulai membidik Asia," ujarnya dalam siaran pers, Senin (19 Desember 2016).

    Anker mengklaim mereknya adalah nomor satu paling laris di pasar Amerika khusus untuk portable charger dan tiga besar penjualan terbaik untuk produk lainnya. 

    Sebagian besar produk Anker laku keras di pasar Amerika dan Eropa melalui situs amazon.com dan telah mendapat 100% positif feedback dari penggunananya.

    Perusahaan yang didirikan pada 2011 ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dari tahun awal dibentuknya, pertumbuhannya sudah mencapai 43,3% di pasar Amerika dan mulai masuk pasar Eropa pada 2012. 

    Pada 2014 Anker berhasil meningkatkan performa bisnisnya pada angka 82,9% di tiga pasar dunia yakni Amerika, Eropa dan Asia. 

    Produsen Portable Charger ini berhasil mengalami peningkatan sebesar 66.7% dari 82,9%  untuk produkPortable Charger di Amerika dan Eropa pada 2014.

    “Kami melihat pertumbuhan yang signifikan untuk produk portable charger di Asia, oleh karena itu kami juga akan membuka peluang pasar bagi produk kami agar bisa berkembang di pasar Indonesia," imbuh Mario.

    Dia juga menandaskan bahwa Indonesia merupakan negara di Asia yang mempunyai potensi besar di Industri teknologi telepon seluler, khususnya untuk telepon seluler dengan segmentasi menengah keatas.

    Strategi Anker di tahun depan adalah dengan membuka gerai khusus di negara negara yang menjadi cakupannya. Di Indonesia sendiri, Anker akan mentargetkan membuka sebanyak 50 Gerai. 

    Jumlah ini ditargetkan akan tersebar di 5 kota besar di Indonesia dengan Jakarta sebagai kota pertama. Selain itu, strategi penjualan melalui situs-situs online ternama di Indonesia juga tetap dilakukan. 

    Untuk memudahkan konsumen dalam mendapatkan produknya Anker juga akan tetap mendistribuskan produknya di jaringan retail-retail yang sudah ada.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.