Bandara Sepinggan Prediksi Lonjakan Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International, Balikpapan, Kalimantan Timur. TEMPO/Denny Sugiharto

    Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International, Balikpapan, Kalimantan Timur. TEMPO/Denny Sugiharto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I Sepinggan memprediksikan lonjakan penumpang selama perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru dari Kota Balikpapan dan sekitarnya tidak akan tinggi, yakni hanya 6%.

    General Manager PT Angkasa Pura I Sepinggan Pujiono berpendapat lonjakan tak signifikan ini dikarenakan objek wisata di Kalimantan Timur yang belum tergarap sepenuhnya, sehingga kunjungan wisata dalam rangka libur tahun baru pun tidak akan terlalu ramai.

    "Lonjakan Natal dan Tahun Baru 2017 tidak begitu signifikan, perkiraannya sekitar 6%. Saya dapat kabar dari kawan lain bahwa yang konsentrasinya pada pariwisata udah ramai," jelasnya Senin, (19 Desember 2016).

    Kendati demikian, Angkasa Pura I Sepinggan telah menerima permintaan penambahan tiga penerbangan dengan rute terpadat di bandara tersebut, yakni tujuan Jakarta dan Surabaya. Dia memprediksikan lonjakan penumpang akan terjadi 5 hari sebelum Natal.

    Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan menjaga kenyamanan pengguna jasa penerbangan di bandara, Angkasa Pura akan membuka posko Natal dan Tahu Baru 2017. Terdapat 600 personil dan 200 personil tambahan dari TNI dan Polri yang akan berjaga secara bergantian.

    Posko ini juga didirikan untuk mengantisipasi aksi teror maupun ancaman lainnya yang dapat menganggu keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa Bandara SAMS Balikpapan.

    "Bandara juga merupakan salah satu objek vital negara yang dilindungi. Konsentrasi petugas aparat nanti untuk meningkatkan keamanan," tukas Pujiono.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.