Jonan Bandingkan Industri Kilang Minyak dengan Facebook

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjalani pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 14 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjalani pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 14 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan alasan kurang berkembangnya industri di sektor pertambangan yakni kilang minyak. Ia bercerita saat beberapa waktu lalu melakukan kunjungan kerja ke Blok Rokan, Riau.

    Lapangan minyak yang dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia ini berkontribusi 40 persen terhadap produksi minyak dalam negeri. Dalam kesempatan itu, Jonan menyindir kapitalisasi pasar Chevron yang kalah jauh, dengan membandingkannya dengan industri media sosial, Facebook.

    Baca: Pertamina Pilih Mitra Pembangunan Kilang Bontang Akhir 2017

    Kata dia, Chevron yang telah berdiri 150 kalah jauh dibandingkan dengan Facebook yang baru sekitar sepuluh tahun berdiri. “Saya bilang begini, Chevron Global itu kapitalisasi pasarnya per kemarin itu US$ 222 miliar, di umur 150 tahun. Facebook itu baru dibuat 10 tahun, dan yang buat tidak selesai sekolah. Rambutnya masih hitam tidak pakai kacamata. Tapi nilai pasarnya itu per Jumat (16 Desember 2016) kemarin US$ 348 miliar. Ini fakta,” ujar Ignasius Jonan saat memberikan sambutan dalam acara diskusi Minyak Bumi dan Gas di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin, 19 Desember 2016.

    Menurut Jonan, jauhnya selisih dari kapitalisasi pasar dari dua industri yang berbeda jauh sektor bisnisnya itu karena industri kilang minyak kurang kompetitif. Karena itu ia berharap agar industri kilang minyak bisa seperti industri media sosial sehingga kapitalisasi pasar yang dikuasai lebih besar.

    Baca: Sinergi BUMN Kilang Balikpapan Tingkatkan Nilai Tambah

    “Harus lebih kompetitif lagi. Ini message yang ingin kami teruskan. Presiden Jokowi ingin semua sektor industri makin lama makin kompetitif,” ujar mantan Menteri Perhubungan itu.

    Jonan menambahkan, atas persetujuan DPR di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBNP) 2017, lifting minyak disetujui 820,7 ribu barel per hari (bph). Adapun untuk tahun depan, APBN 2017 mengalami pengurangan yakni sebesar 815 ribu bph. “Tapi saya janjian dengan pak Amien (Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas), kami bikin sendiri liftingnya 825 ribu bph,” kata Jonan.

    Ini berarti Jonan menegaskan tidak ada pemangkasan lifting minyak untuk tahun ini, meski beberapa negara-negara anggota OPEC sepakat untuk memangkas produksi minyaknya.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.