Swasta Ragu Bangun Kilang Minyak, Jonan: Bilang ke Pertamina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto (kiri), saat meninjau fasilitas pengolahan kilang minyak Kasim RU VII, Kabupaten Sorong, Papua Barat, 1 Mei 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto (kiri), saat meninjau fasilitas pengolahan kilang minyak Kasim RU VII, Kabupaten Sorong, Papua Barat, 1 Mei 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menceritakan pengalamannya ketika ditanya oleh pihak swasta yang telah mendapatkan kesempatan dari pemerintah untuk membangun refinery atau kilang minyak sendiri. Pernyataan itu dilontarkan usai terbitnya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 35 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Pembangunan Kilang Minyak di Dalam Negeri oleh Badan Usaha Swasta.

    Baca: Pertamina Pilih Mitra Pembangunan Kilang Bontang Akhir 2017

    Dengan aturan tersebut, maka perusahaan swasta diizinkan membangun kilang minyak. "Kalau kami bikin refinery off-takernya (pembeli) siapa? Jawaban saya kalau mau off-takernya Pertamina ya bilang sendiri ke Pertamina. Tidak boleh melalui tangan pemerintah," kata Ignasius Jonan saat memberikan sambutan di acara Diskusi Akhir Tahun Minyak dan Gas Bumi di Hotel JS Luwansa, Senin, 19 Desember 2016.

    Jonan menambahkan, jika pihak swasta ingin membangun kilang minyak, maka pemerintah akan langsung memberikan izin niaga umum, sehingga pihak swasta juga bisa membangun pompa bensin sendiri. "Itu bisa dilakukan, dan juga boleh ekspor. Jadi ini free saja. Kalau ada batasan memenuhi kebutuhan nasional, itu diatur sesuai market," ujar Jonan.

    Baca: Sinergi BUMN Kilang Balikpapan Tingkatkan Nilai Tambah

    Menurut Jonan sebenarnya kapasitas kilang di Indonesia secara keseluruhan sebesar 1,16 juta bph, namun yang beroperasi hanya 800 ribu bph. Ini berarti sudah bertahun-tahun kilang tidak tumbuh. "Arahan presiden sekurang-kurangnya kebutuhan nasional kapasitas kilangnya harus sama. Ada yang bilang, kapasitas kilang kita ini sudah tidak efisien. Ya dibikin efisien. Wong tantiemnya besar kok," kata Jonan.

    Menurut Jonan pembangunan proyek kilang yang terakhir dilakukan oleh Pertamina adalah di Bontang. Karena itu Jonan mempersilakan pihak swasta untuk mencari partner di kilang mana mereka akan melakukan eksplorasi.

    "Jadi ini hal penting untuk industri oil and gas. Bahwa kedepan itu kita harus memperkenalkan dua hal, satu efisiensi. Karena harga migas nggak akan ada yang bisa nentukan. Kedua, harus belajar kompetitif. Harus bisa mulai memahami pasar. Jangan bikin sesuatu trus tanya off taker-nya siapa," kata Jonan.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.