Menko Darmin Pastikan Rilis Paket Kebijakan XV  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Sensus Ekonomi 2016 mendata rumah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jalan Widya Chandra IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 1 Mei 2016. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    Petugas Sensus Ekonomi 2016 mendata rumah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jalan Widya Chandra IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 1 Mei 2016. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memastikan kembali akan merilis paket kebijakan ekonomi. Namun, ia belum menentukan waktu penerbitan kebijakan jilid XV tersebut.

    Darmin mengatakan paket kebijakan jilid XV akan selesai menjelang akhir 2016. "Saya sedang mempertimbangkan akan diumumkan akhir tahun ini atau awal tahun depan," katanya di Balai Kartini, Jakarta, Senin, 19 Desember 2016.

    Darmin masih merahasiakan detail isi kebijakan tersebut. Namun ia mengatakan paket terbaru diluncurkan dalam rangka menarik investasi baik dari dalam dan luar negeri.

    BacaDongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Genjot Industri

    Pemerintah telah menerbitkan 14 paket kebijakan sejak September 2015 dengan deregulasi dan debirokrasi. Dari semua paket, Darmin mengatakan 99 persen aturannya telah dikeluarkan. 

    Darmin mengatakan pelaksanaan paket kebijakan memang masih menghadapi persoalan. Namun ia memastikan pemerintah terus mengevaluasi kendala tersebut. "Kalau ada yang dampaknya belum muncul, itu karena investasi di bidang industri belum cukup tinggi karena situasi yang belum normal," katanya. 

    Ia mengatakan salah satu dampak penerbitan paket kebijakan ekonomi ialah pembentukan Pusat Logistik Berikat (PLB). Darmin mengatakan PLB sudah dibentuk di luar Jawa dengan tujuan untuk menjaga pasokan bahan baku industri.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.