Multistakeholder Restorasi Lahan Terdegradasi di Bali

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam kegiatan Bali Reforestation Festival yang berlangsung sejak 2008 ini, sudah ditanam lebih dari 53 ribu pohon di atas lahan seluas lebih dari 85 hektare.

    Dalam kegiatan Bali Reforestation Festival yang berlangsung sejak 2008 ini, sudah ditanam lebih dari 53 ribu pohon di atas lahan seluas lebih dari 85 hektare.

    INFO BISNIS - Bali Reforestation Festival (Bali Reff) 2016—kegiatan penanaman pohon yang dipelopori Yayasan Bali Hijau Lestari (YBHL) dan non-profit organization Asian Green Forest Network (AGFN) Jepang—kini telah memasuki tahun ke-8. Kegiatan ini turut didukung berbagai elemen masyarakat, baik perorangan, organisasi, sekolah, perusahaan swasta, maupun pemerintah. Salah satunya Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, yang tahun ini ikut menanam 300 pohon ampupu sebagai kontribusi dari total 4.000 pohon yang ditanam semua peserta.

    Dalam kegiatan yang pertama kali diselenggarakan pada 2008 ini, telah ditanam lebih dari 53 ribu pohon di atas lahan seluas lebih dari 85 hektare. Penanaman pohon kali ini dilakukan di TWA Gunung Batur Bukit Payang-Penelokan Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Bibit ampupu yang ditanam merupakan hasil donasi dari berbagai kalangan masyarakat Bali dan Jepang.

    Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Ida Bagus Putera Parthama mengungkapkan apresiasinya atas kegiatan itu. “Sangat membanggakan melihat anak muda menyelamatkan Bali dan lingkungan hidup. Saya kira ini luar biasa. Inisiatif ini perlu ditularkan terus. Pemerintah sangat concern. Tapi jika pemerintah saja yang melakukan penanaman, ya sulit juga karena lahan restorasi sangat luas. Dukungan komunitas, swasta, dan masyarakat sangat diperlukan,” katanya.

    Sementara itu, Chairman AGFN Miyazaki menjelaskan alasan pemilihan Bali sebagai lokasi reforestasi. “Kami memilih Bali karena rekomendasi sahabat saya yang menyebut hutan di Bali hanya tinggal 22 persen. Jadi dari tahun 2006 kami memetakan daerah mana di Bali yang cocok ditanami. Kami mulai menanam pada 2007 dan hingga saat ini hampir 100 ribu pohon telah ditanam,” ujarnya.

    Ketua YBHL I Nyoman Gde Bayu Wiratama mengatakan Bali Reff 2016 sangat penting bagi masyarakat, karena pohon diperlukan untuk menyokong cadangan oksigen. Artinya, kata dia, kegiatan ini menjadi aksi untuk mengurangi pemanasan global. YBHL sendiri telah diberikan izin dari Gubernur Bali untuk melakukan penghijauan di lahan-lahan kritis. “Kami juga aktif mengajak masyarakat dan komunitas serta pihak swasta dengan harapan mereka juga bersedia menjaga pohon yang mereka tanami,” ucapnya.

    “Dukungan terhadap kegiatan ini merupakan wujud komitmen APP Sinar Mas untuk melindungi dan merestorasi hutan di Indonesia. Kami berharap dengan semakin banyaknya pemangku kepentingan yang ikut serta dalam restorasi dan perlindungan hutan, industri-industri lain akan ikut tergerak menanam pohon,” tutur Suhendra Wiriadinata, Direktur APP Sinar Mas, di Jakarta.

    Suhendra menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Konservasi Hutan Indonesia yang dirilis APP Sinar Mas pada Februari 2013, di mana APP Sinar Mas berkomitmen melindungi hutan alam tempat APP Sinar Mas beroperasi. Setahun kemudian, pada April 2014, APP Sinar Mas menyatakan komitmen untuk melindungi dan merestorasi hutan di Sumatera dan Kalimantan. Adapun salah satu fokus komitmen tersebut adalah lanskap Giam Siak Kecil (GSK) di Provinsi Riau. Tahun ini, APP telah memulai program restorasi dan perlindungan hutan di lahan terdegradasi di Cagar Biosfer GSK dengan pemberdayaan masyarakat, berkolaborasi dengan KPHP Minas Tahura di area seluas 6.172 hektare. (*)


    Multistakeholder Restorasi Lahan Terdegradasi di Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.