Menperin Bikin Program E-Smart untuk Industri Kecil dan Menengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang baru Asman Abnur (kanan) dan Mantan Menpan-RB Yuddy Chrisnandi (kiri) pada acara serah terima jabatan di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta 27 Juli 2016.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang baru Asman Abnur (kanan) dan Mantan Menpan-RB Yuddy Chrisnandi (kiri) pada acara serah terima jabatan di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta 27 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kementeriannya sedang mengembangkan infrastruktur digital untuk industri kecil dan menengah, yakni e-smart IKM. Ini merupakan upaya memperluas pasar dalam rantai nilai dunia dan menghadapi era Industri 4.0.

    “Program e-smart IKM ini akan terintegrasi dengan klaster-klaster prioritas, seperti industri perhiasan, furnitur, kerajinan, dan kosmetik sehingga akan membantu IKM mempromosikan dan meningkatkan penjualan produknya," ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Ahad, 18 Desember 2016.

    Menurut Airlangga, kementeriannya juga akan memilih sektor-sektor industri yang potensial dalam skema Industri 4.0. Dia mengatakan sektor yang potensial adalah yang sesuai dengan karakteristik berbasis Internet dan otomasi, seperti industri komponen, pupuk, semen, tekstil, elektronik, dan permesinan.

    Selain itu, Kemenperin tengah menjalankan program strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, seperti pelatihan vokasi, pemagangan, serta pemberian sertifikasi. “Ini menjadi salah satu focal point Presiden Jokowi karena merupakan elemen penting kekuatan ekonomi baru Indonesia."

    Kemenperin juga berencana membangun sejumlah akademi komunitas dan politeknik di kawasan industri serta mendorong industri untuk menjalin kemitraan dengan SMK di setiap klaster industri. “Misalnya, kawasan industri Bekasi dan Karawang untuk otomotif, Jawa Timur untuk petrokimia, dan Morowali untuk logam,” ujarnya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.