IHSG Turun 22,71 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha dan istrinya Cynthia Riza bersama Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia, Hamdi Hassyabaini menyaksikan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. Giring telah menjadi investor pasar modal sejak 2008. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha dan istrinya Cynthia Riza bersama Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia, Hamdi Hassyabaini menyaksikan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. Giring telah menjadi investor pasar modal sejak 2008. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 16 Desember 2016 ditutup turun sebesar 22,71 poin dipicu oleh saham-saham perbankan yang cenderung tertekan.

    IHSG BEI ditutup melemah 22,71 poin atau 0,40 persen menjadi 5.231,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 7,01 poin (0,79 persen) menjadi 873,67.

    "Salah satu faktor yang menekan indeks BEI yakni saham-saham sektor perbankan," kata Analis NH Korindo Securities Indonesia, Bima Setiaji, di Jakarta, Jumat, 16 Desember 2016.

    Menurut Bima, melemahnya saham-saham sektor perbankan menyusul estimasi likuiditas perbankan mengetat yang salah satunya dapat dilihat dari loan to deposit ratio (LDR) akan sedikit meningkat pada akhir tahun 2016 ini.

    "Salah satu penyebab LDR meningkat adalah pertumbuhan kredit hingga akhir tahun yang biasanya cukup deras," katanya.

    Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menambahkan bahwa IHSG menutup akhir pekan turun dengan pergerakan yang cukup pesimis sejak awal sesi perdagangan seiring investor asing yang memperbesar aksi jualnya.

    "Pada perdagangan hari ini tercatat jual bersih sekitar Rp1,26 triliun sehingga dalam sepekan IHSG telah terkena tekanan dari aksi lepas investor asing sebesar Rp2,44 triliun," papar Lanjar.

    Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham di pasar reguler BEI mencapai 256.167 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,809 miliar lembar saham senilai Rp11,430 triliun.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 38,65 poin (0,18 persen) ke level 22.020,75, indeks Nikkei naik 127,36 poin (0,66 persen) ke level 19.401,15, dan Straits Times menguat 7,9 poin (0,24 persen) posisi 2.937,86.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.