Menteri PPN: Kas Negara Sehat jika Berutang kepada Rakyat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mentri Keuangan yang baru Sri Mulyani Indrawati saat serah terima Jabatan oleh Menteri Keuangan yang sebelumnya di jabat  Bambang Brodjonegoro di Kementrian Keuangan di Jakarta,  27 Juli 2016. Sri Mulyani dipercaya Jokowi menjabat Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Bambang Brodjonegoro yang digeser menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Tempo/Tony Hartawan

    Mentri Keuangan yang baru Sri Mulyani Indrawati saat serah terima Jabatan oleh Menteri Keuangan yang sebelumnya di jabat Bambang Brodjonegoro di Kementrian Keuangan di Jakarta, 27 Juli 2016. Sri Mulyani dipercaya Jokowi menjabat Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Bambang Brodjonegoro yang digeser menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan keuangan negara yang sehat bisa dicapai jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bertumpu kepada masyarakat. Salah satunya dengan berutang kepada penduduknya sendiri. 

    Bambang mengatakan strategi berutang kepada warga negara sendiri sukses dilakukan Jepang. Menurut dia, hanya 9 persen utang pemerintah dalam Yen yang dimiliki investor asing, selebihnya milik warga Jepang. 

    Namun skema tersebut masih sulit diterapkan sepenuhnya di Indonesia karena kemampuan investor belum sebesar Jepang. "Di sana nenek sampai anak muda mempunyai investasi, baik di saham maupun obligasi," kata Bambang di Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis, 15 Desember 2016. 

    Bambang mengatakan masyarakat Indonesia sudah cukup mendominasi utang pemerintah dalam rupiah. Utang pemerintah dalam rupiah yang dimiliki asing saat ini sebesar 39 persen. Utang tersebut pun, menurut dia, separuhnya sebenarnya dimiliki WNI. Namun mereka menggunakan bendera negara lain, khususnya Singapura.

    Meski sudah mendominasi, Bambang mengatakan, risiko berutang kepada asing masih ada. "Kalau mereka pergi, gelagapan juga," ujarnya.

    Selain memanfaatkan investasi masyarakatnya, menurut Bambang, pemerintah perlu meningkatkan kepatuhan perpajakan. Penerimaan pajak menyumbang porsi yang besar dalam APBN.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.