Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Cukup Tangguh Hadapi Amerika Serikat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pertumbuhan ekonomi dan IMF. shutterstock.com

    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi dan IMF. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan fondasi ekonomi Indonesia cukup kuat menghadapi sentimen negatif akibat kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). "Ini sudah memberikan suatu fondasi yang solid, sehingga Indonesia bisa dibedakan dari negara-negara lain dalam arti positif," ucap Sri Mulyani setelah menjadi pembicara dalam Indonesia Economic Outlook 2017 yang diselenggarakan Partai Golongan Karya di Jakarta, Kamis, 15 Desember 2016.

    Baca: The Fed Naikkan FFR, BI Akan Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen

    Sebagai negara berkembang dengan pasar domestik yang kuat dan pertumbuhan yang cukup tinggi, ujar Sri Mulyani, posisi Indonesia terbilang cukup istimewa dibanding negara-negara berkembang lain. Fondasi ekonomi juga didukung oleh langkah-langkah penyehatan fiskal, seperti penerbitan surat utang negara sebesar US$ 3,5 miliar pada awal 2016 dengan yield yang jauh lebih baik dibanding tahun lalu.

    Selain itu, pemerintah memprediksi akan menutup Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 dengan defisit 2,5-2,7 persen, pertumbuhan sekitar 5 persen, peningkatan cadangan devisa, serta neraca berjalan dan neraca modal yang terjaga.

    Baca: Walau Ekonomi Melempem, Aset Dana Pensiun Tumbuh 18,73 Persen

    Harapan pelaku pasar akan membaiknya perekonomian Indonesia tahun depan, menurut Sri Mulyani, juga akan tumbuh. Hal ini menilik pada kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditunjukkan dengan kenaikan belanja infrastruktur, subsidi yang lebih tepat sasaran, kenaikan belanja untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengentasan kemiskinan.

    "Investasi pemerintah tujuannya menciptakan demand tetap terjaga. Dengan demikian, kita punya kredibilitas dan sentimen positif tetap bisa dijaga," tutur Sri Mulyani.

    Sebelumnya, The Fed memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari kisaran 0,25 persen menjadi 0,5 persen. Peningkatan suku bunga tersebut didorong ekspansi ekonomi, penguatan pasar tenaga kerja, dan peningkatan inflasi.

    Dengan menaikkan suku bunga acuan, The Fed memprediksi pertumbuhan ekonomi Amerika dapat tumbuh hingga 2,1 persen pada 2017 atau satu persentase poin lebih tinggi daripada pertumbuhan tahun ini sebesar 1,9 persen.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.