Proyek MRT Dikebut Tahun Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggarap pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Dukuh Atas, Jakarta, 13 Oktober 2016. Saat ini sedang dikerjakan jalur Selatan- Utara tahap I yang telah dikerjakan lebih dari 50 persen dan ditargetkan selesai 2019. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Pekerja menggarap pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Dukuh Atas, Jakarta, 13 Oktober 2016. Saat ini sedang dikerjakan jalur Selatan- Utara tahap I yang telah dikerjakan lebih dari 50 persen dan ditargetkan selesai 2019. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan melakukan percepatan pembangunan pada tahun depan.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar mengatakan semua pekerjaan konstruksi akan diselesaikan pada 2017. Ditargetkan selama 2017 pekerjaan yang akan diselesaikan mencapai 36 persen.

    "Pada 2017 akan dilakukan percepatan pembangunan. Puncak pembangunan memang ada di 2017. Ini akan berdampak pada gangguan kemacetan," kata William, di kantor PT MRT Jakarta, Jalan MH Thamrin, Rabu, 14 Desember 2016.

    Pihaknya mencatat, hingga 30 November, seluruh pekerjaan sudah mencapai 60,22 persen. Rinciannya adalah struktur layang selesai 42,7 persen dan struktur bawah tanah mencapai 77,8 persen.

    "Tahun depan kami targetnya bisa menyelesaikan 36 persen pekerjaan. Sebab, target operasional Februari 2019. Jadi semua konstruksi selesai 2018," ujar William.

    William menambahkan, pekerjaan konstruksi ini harus selesai satu tahun sebelum operasional. Sehingga, pada Juli 2018, diharapkan sudah tidak ada lagi pekerjaan konstruksi. "Pekerjaan ini harus selesai satu tahun sebelum operasional, Juli sudah bersih," ucapnya.

    Waktu satu tahun itu akan digunakan untuk uji coba operasional MRT. Sehingga saat waktunya operasional, tidak ada lagi kendala yang dihadapi. "Kami akan melakukan uji coba selama empat bulan," tuturnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara