LIPI: Maritim Indonesia Masih Kalah Dibanding Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kapal kontainer bersandar di pelabuhan PT. Pelindo IV cabang Bitung yang bakal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) , Sulawesi Utara, Jumat (6/7).  ANTARA/Fiqman Sunandar

    Sejumlah kapal kontainer bersandar di pelabuhan PT. Pelindo IV cabang Bitung yang bakal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) , Sulawesi Utara, Jumat (6/7). ANTARA/Fiqman Sunandar

    TEMPO.COJakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut Indonesia jauh tertinggal di bidang maritim dibandingkan dengan Filipina. Padahal luas lautan dan panjang garis pantai Indonesia jauh lebih besar.

    "Dari sisi pendapatan, sektor maritim hanya mampu berkontribusi 4 persen untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri, sedangkan di Filipina mampu berkontribusi sebesar 21 persen," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI Tri Nuke Pudjiastuti, di Jakarta, Rabu, 14 Desember 2016. 

    Kontribusi 21 persen untuk pertumbuhan ekonomi Filipina mendekati kontribusi sektor maritim Jepang, yaitu 28 persen.

    BacaIndonesia Berpotensi Jadi Negara Utama Maritim Dunia

    Indonesia memiliki garis pantai terpanjang nomor dua di dunia (setelah Kanada) dengan panjang 99.093 kilometer. Sementara Filipina memiliki garis pantai 36.289 kilometer. 

    Tri mengatakan masih banyak potensi maritim Indonesia yang belum dikembangkan. LIPI mencatat Indonesia memiliki 13.466 pulau, dengan garis pantai mencapai 92.181 kilometer. Sebanyak 14 persen terumbu karang dunia berada di Indonesia. Negara ini juga menguasai 27 persen hutan bakau dunia.

    BacaGelar Ratas Maritim, Jokowi Ingin Percepat Poros Maritim

    Selain itu, Indonesia menguasai 25 persen populasi ikan dunia. Indonesia masuk kategori marine mega biodiversity dengan 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies terumbu karang.

    Namun tata kelola maritim masih minim. Tri mengatakan masih banyak tindakan pencurian sumber daya laut atau penangkapan ikan ilegal yang tidak dilaporkan dan diatur. Pada 2014, ia mencatat Indonesia merugi US$ 2-5 miliar per tahun dari tindakan ilegal di laut itu.

    Berdasarkan fakta tersebut, LIPI tengah berfokus mengkaji sektor maritim. Tri mengatakan timnya akan menggunakan empat pilar landasan, yaitu sumber daya manusia, infrastruktur, sektor keuangan inklusif, dan tata kelola pemerintah.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.