Jokowi Jajaki Kerja Sama di Sektor Energi dengan Iran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang didampingi Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi dalam upacara penyambutan di Istana Kepresidenan India Rashtrapati Bhavan di New Delhi, India, 12 Desember 2016. Ini merupakan kunjungan pertama Jokowi di India. REUTERS

    Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang didampingi Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi dalam upacara penyambutan di Istana Kepresidenan India Rashtrapati Bhavan di New Delhi, India, 12 Desember 2016. Ini merupakan kunjungan pertama Jokowi di India. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerja ke Iran pada Rabu, 14 Desember 2016. Sebelumnya, Jokowi bersama rombongan menggelar pertemuan bilateral bersama pemerintah India di New Delhi.

    Dari siaran pers yang diterima Tempo, Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, dan Pemimpin Agung Iran Ayatollah Seyed Ali Khameinei. Pertemuan digelar di Istana Jomhouri, Sa'dabad. 

    Baca: Tidak Bisa Nonton Final AFF, Jokowi Minta Timnas Buat Rekor

    Rencananya, kedua pimpinan negara akan menyepakati beberapa nota kesepahaman. Nota kesepahaman yang akan ditandatangani di antaranya mengenai ekstradisi, kerja sama kelistrikan, dan kerja sama investasi.

    Selain itu, di sektor energi, pemerintah Indonesia akan meningkatkan kerja sama di bidang minyak dan gas, termasuk dalam pengelolaan ladang minyak di Iran dan investasi kilang minyak di Indonesia. Pemerintah menilai Iran merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan energi cukup tinggi. Diversifikasi mitra kerja sama energi dianggap penting untuk mendukung ketahanan energi nasional. 

    Baca: Iran Genjot Produksi, Harga Minyak Dunia Terguncang

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan pembicaraan kerja sama melibatkan Pertamina dan National Iranian Oil Company (NIOC). Lalu, melibatkan PT Perusahaan Listrik Negara dengan Mapna Group (Iran Power Plant Projects Management Company). "Kerja sama teknis, terutama di bidang gas turbin, antara Mapna dan PLN," kata Jonan.

    Ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja ini adalah Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong, serta Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.