Target BTN 2017, Cetak 1.000 Pengembang Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Sumarno Member Nasi Tumpeng kepada Direktur Utama Bank BTN Maryono pada Acara Perayaan 40 Tahun Bank BTN Salurkan BPR di Jakarta, Selasa, 13 Desember 2016. Tempo/ Tongam sinambela

    Menteri BUMN Rini Sumarno Member Nasi Tumpeng kepada Direktur Utama Bank BTN Maryono pada Acara Perayaan 40 Tahun Bank BTN Salurkan BPR di Jakarta, Selasa, 13 Desember 2016. Tempo/ Tongam sinambela

    TEMPO.COJakarta - Bank Tabungan Negara (BTN) mengembangkan Housing Finance Center (HFC) sebagai stimulus percepatan kehadiran pengembang (developer) pemula. Ini langkah BTN memajukan bisnis properti yang tidak hanya berfokus melayani pembiayaan perumahan, seperti kredit kepemilikan rumah (KPR), untuk masyarakat. Namun juga sebagai intregrator dengan memberikan pembiayaan kepada developer. 

    "Sehingga kami membiayai dua sisi. Dengan HFC, kami mengumpulkan para developer pemula," ujar Direktur Utama BTN Maryono dalam acara Forum Ekonomi Nusantara di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu, 14 Desember 2016.

    Baca: BTN Akan Luncurkan KPR Mikro Untuk Rumah Seharga Rp 30 Juta

    HFC merupakan pusat riset, edukasi, dan konsultasi pembiayaan perumahan terdepan yang dikembangkan BTN. Salah satu program unggulannya adalah menyelenggarakan MBA Mini in Property bekerja sama dengan School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (ITB).

    Maryono menargetkan dalam program itu bisa mencetak seribu developer baru yang andal dan profesional pada 2017. Saat ini, BTN tercatat telah mencetak 330 developer baru. "Kami juga mengajak BUMN karya untuk membantu mempercepat suplai perumahan dan properti lainnya."

    Maryono mengatakan para developer baru itu dapat membantu mempercepat pembangunan lebih banyak properti, khususnya perumahan di Indonesia. "Ini juga bagian untuk mendukung program satu juta rumah pemerintah."

    GHOOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.