Bisnis Hotel Lesu, Dyandra Lepas Aset

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan gedung-gedung tinggi apartemen dan perhotelan di sepanjang Pantai Gold Coast, Queensland Australia. Gold Coast menjadi tuan rumah Australia Tourism Exchange 2016 pada 16-19 Mei 2016. Agus Supriyanto/Gold Coast

    Pemandangan gedung-gedung tinggi apartemen dan perhotelan di sepanjang Pantai Gold Coast, Queensland Australia. Gold Coast menjadi tuan rumah Australia Tourism Exchange 2016 pada 16-19 Mei 2016. Agus Supriyanto/Gold Coast

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Dyandra Media International Tbk. berencana melepas aset perhotelan pada tahun depan mengurangi utang. Divestasi aset juga dilakukan karena persaingan hotel kian ketat sehingga kinerja bisnis hotel tertekan.

    Andy Widjanarko, Direktur Operasional Dyandra, mengatakan aset yang bakal dilepas merupakan aset yang mencetak kinerja tidak sesuai harapan. Adapun, nilai aset yang akan dilepas diperkirakan mencapai hampir Rp100 miliar. Hasil penjualan aset hotel diperkirakan bakal menambah kas perseroan sebesar Rp50 miliar.

    Dia menambahkan, kas dari penjualan hotel bakal akan digunakan untuk mengurangi utang di segmen hotel yang totalnya mencapai Rp150 miliar. Saat ini, emiten bersandi saham DYAN Itu memiliki sembilan hotel dengan total kamar mencapai 1.115. Seluruh hote berada di bawah kendali entitsa anak usaha PT Graha Multi Utama. Menurut Andy, perseroan berupaya melepas aset hotel yang masih mencatat kinerja di bawah harapan.

    "Saat kondisi sulit seperti ini minimal kami akan lepas satu aset tahun depan. Kalau kondisi bagus, kami bisa bisa bangun baru atau beli lagi," ujarnya kepada Bisnis.com di Jakarta, Selasa (13 Desember 2016).

    Dia menerangkan, pasar perhotelan terutama di segmen hotel bujet tengah tertekan akibat banjir pasokan hotel kamar baru. Sementara itu, permintaan kamar hotel tidak bisa mengimbangi pasokan hotel baru. 

    Berdasarkan laporan Colliers, di Jakarta dan Bali jumlah kamar hotel bujet mencapai masing-masing 5.550 kamr dan 3.258 kamar. Di Jakarta, hingga akhir tahun akan ada tambahan 837 kamar hotel bujet baru sedangkan di Bali ada tamabahn 230 kamar baru.

    Andy menyebut, rata-rata tingkat keterisian kamar Hotel Amaris yang dimiliki perseroan tercatat di bawah 70% dengan tarif rata-rata harian (average daily rate) turun 20%. Alhasil, dengan kondisi seperti itu, tahun depan emiten bersandi saham DYAN itu memproyeksi bisnis hotel masih rugi Rp7 miliar dengan raihan pendapatan Rp104,37 miliar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.