Indosat Ooredoo dan Ericsson Kerja Sama di Sistem Penagihan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Indosar Ooredoo. indosatooredoo.com

    Logo Indosar Ooredoo. indosatooredoo.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Indosat Ooredoo melakukan kerja sama pengikatan kontrak berdurasi lima tahun dengan Ericsson di bidang sistem penagihan. Kerja sama di antara kedua perusahaan ini bukan hanya di Indonesia, tapi juga di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Tenggara, dan Oceania.

    ”Melalui kerja sama dengan Ericsson, kami akan secara cepat memberikan penawaran berupa produk data terbaru serta layanan yang mendukung pertumbuhan portfolio layanan digital yang akhirnya akan memungkinkan Internet of things,” kata President Director dan CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli melalui pernyataan tertulis, Selasa, 13 Desember 2016.

    Alexander mengatakan sistem penagihan pembayaran bernama Ericsson Revenue ini berbasis cloud atau komputasi awan, dengan kemampuan mendefinisikan peran dari Business Support System. “Sistem ini menawarkan inovasi dalam era layanan digital telekomunikasi yang mampu memberikan kecepatan dan efisiensi dalam berbagai industri,” ujarnya.

    Sistem penagihan dan pembayaran terbaru ini, menurut Alexander, membuat Indosat Ooredoo mampu memberikan sebuah layanan produk dan paket sesuai dengan permintaan pelanggan yang ada di Indonesia.

    Alexander menuturkan pemanfaatan software Ericsson dan teknologi cloud akan membantu Indosat Ooredoo dalam proses transformasi bisnis digital. “Penerapan teknologi ini diharapkan akan mampu menghemat biaya penagihan dan pembayaran dan juga menjadi yang pertama di Grup Ooredoo,” katanya.

    Head of Ericsson Indonesia dan Timor Leste, Thomas Jul, menyatakan Ericsson bangga bisa bekerja sama dengan Indosat Ooredoo dalam strategi transformasi digital di Indonesia. “Kolaborasi ini membuktikan inovasi Ericsson Revenue Manager memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan.”

    Ericsson Revenue Manager dipercaya akan membantu Indosat Ooredoo dalam memperbarui produk dan pengembangan inovasi digital di Indonesia. “Konfigurasi sederhana yang digunakan akan mengurangi ketergantungan pada technical department, mempermudah dan mempercepat peluncuran layanan baru, serta mendukung future proof operation dalam menghadapi perubahan permintaan dari pelanggan dan gangguan teknologi,” katanya.

    MAYA NAWANGWULAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.