Pertamina Ditargetkan Jadi Perusahaan Energi Raksasa Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa produk grease di Production Unit Jakarta Pertamina Lubricants di Jakarta, 28 Oktober 2016. PT Pertamina Lubricants juga memiliki satu unit produksi di Thailand. ANTARA/Andika Wahyu

    Petugas memeriksa produk grease di Production Unit Jakarta Pertamina Lubricants di Jakarta, 28 Oktober 2016. PT Pertamina Lubricants juga memiliki satu unit produksi di Thailand. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menargetkan Pertamina menjadi perusahaan energi besar di dunia. Rini yakin holding BUMN di sektor energi bisa mewujudkannya.

    Baca: Menteri BUMN Minta Pertamina dan PLN Bersinergi

    PT Pertamina (Persero) mendapatkan peringkat lima perusahaan energi terbesar di dunia. Dengan holding, Rini berharap peringkat Pertamina bisa menanjak. "Kalau sekarang Pertamina jadi 5 besar di dunia, di satu titik harus jadi 3 besar dunia," kata dia di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 13 Desember 2016.

    Baca: Pertamina Usul Harga Solar Naik Rp 500 Tahun Depan

    Anak perusahaan Pertamina, Pertagas, rencananya akan digabungkan dengan Perusahaan Gas Negara (PGN). Rini mengatakan proses pembentukan holding masih dalam tahap finalisasi.

    Baca: Pertamina Kembali Gelar Forum Energi, Ini Targetnya

    Pemerintah, ujar Rini, baru saja menyelesaikan revisi peraturan dasar pembentukan holding yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara di Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas. Namun realisasinya masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) inbreng dari Kementerian Keuangan.

    Rini mengatakan PP tersebut membutuhkan tanda tangan Presiden. Ia menargetkan PP bisa selesai akhir 2016. Namun jika tidak bisa ia melonggarkan targetnya hingga ke permulaan 2017.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.