Pertamina Usul Harga Solar Naik Rp 500 Tahun Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisi BBM ke pesawat Air Tractor (AT802) untuk dibawa ke wilayah Krayan dari Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, 17 Juni 2016.  Pertamina menyalurkan BBM jenis Premium dan Solar ke wilayah Krayan, Kalimantan Utara, menggunakan pesawat AT802. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

    Petugas mengisi BBM ke pesawat Air Tractor (AT802) untuk dibawa ke wilayah Krayan dari Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, 17 Juni 2016. Pertamina menyalurkan BBM jenis Premium dan Solar ke wilayah Krayan, Kalimantan Utara, menggunakan pesawat AT802. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

    TEMPO.COJakarta - Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengusulkan harga solar naik pada 2017. Ia mengajukan kenaikan agar perusahaan mendapatkan untung sebesar 10 persen sesuai aturan yang berlaku.

    "Naiknya mungkin sekitar Rp 500 per liter," kata Bambang di The Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa, 13 Desember 2016. Dengan kenaikan sebesar itu, harga solar tahun depan diperkirakan menjadi Rp 5.650 per liter.

    Bambang menambahkan, kenaikan harga dipicu harga minyak dunia yang diperkirakan naik US$ 55-60 per barel tahun depan. Harga minyak dunia naik setelah organisasi negara eksportir minyak (OPEC) sepakat menurunkan produksi hingga 1,2 juta barel per hari (bph) tahun depan.

    Pemicu lainnya ialah defisit subsidi yang dialami Pertamina. Sejak September, Bambang mengaku harga solar lebih tinggi dibandingkan besaran subsidi.

    Baca: 200 Situs Belanja Online Ramaikan Harbolnas 2016  

    Pertamina memutuskan tidak langsung menaikkan harga sejak defisit. Bambang beralasan, Pertamina masih memiliki untung dari solar. Namun keuntungan tersebut tidak bisa digunakan kembali tahun depan dengan alasan beda tahun pembukuan.

    Tanpa keuntungan tersebut, tahun depan, defisit Pertamina semakin melebar. "Per 1 Januari 2017, kami sudah defisit Rp 700," ujarnya.

    Meski solar akan naik, Bambang mengatakan, Premium dan Pertamax series tidak akan mengalami kenaikan terlalu tinggi. "Kalau solar pasti naiknya agak besar, beda dengan Premium, Pertalite."

    Harga solar direncanakan naik pada 1 Oktober 2016. Namun harga solar, termasuk bahan bakar minyak lainnya, seperti minyak tanah dan Premium, batal berubah.

    Hingga saat ini, harga solar bersubsidi masih berada di Rp 5.150 per liter. Sedangkan minyak tanah seharga Rp 2.500 per liter dan Premium Rp 6.450 per liter.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.