Begini Sosok Marie Muhammad di Mata Wartawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mar'ie Muhammad. dok.TEMPO

    Mar'ie Muhammad. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Marie Muhammad (almarhum) dikenal oleh kalangan wartawan sebagai pejabat yang irit bicara. Mantan wartawan Majalah Prospek, Muhammad Taufiqurrahman, misalnya, mengaku sering kali harus menggunakan berbagai jurus untuk mendapatkan keterangan dari Menteri Keuangan pada era Presiden Soeharto ini.

    Salah satu kejadian yang Taufiq ingat betul adalah ketika ia harus mengejar Marie di kawasan olahraga Senayan. “Waktu itu Pak Marie masih Dirjen Pajak. Dia punya kebiasaan kalau sore, jogging di Senayan,” tutur Taufiq. “Kalau tidak salah, setelah jadi Menteri Keuangan, dia (Marie) jarang bisa melakukannya.”

    Taufiq menjelaskan, saat itu ia harus mendapat keterangan dari Marie soal target pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. “Saya terpaksa mengejar Marie di Senayan karena sudah mepet deadline,” katanya. Sayangnya, selepas satu putaran ngos-ngosan mengejar, Taufiq tak juga mendapat satu patah jawaban dari Marie. “Satu putaran, trus kabur.”

    Mantan Menteri Keuangan yang tutup usia tadi dinihari pada usia 77 tahun ini dikenal sebagai sosok yang irit bicara. Walau begitu, Marie bukan berarti galak. Di luar urusan kerjaan, menurut Taufiq, Marie dikenal sebagai sosok yang humoris.
     
    “Galak sih enggak, tapi pelit bicara,” kata Taufiq yang kini merupakan wartawan senior Tempo itu. “Dia suka naruh telunjuk di mulutnya kalau pas enggak mau ngomong.”

    Berbeda halnya dengan waktu Marie menjabat Direktur Jenderal Pajak yang hampir saban Jumat memberi waktu untuk wawancara singkat dengan wartawan. “Habis jumatan biasanya sebentar dia melayani wartawan,” kata Taufiq.

    Saking jarangnya Marie melayani wartawan, kesempatan wawancara dengan pejabat yang dikenal sebagai Mr. Clean ini bisa dihitung dengan jari. “Seingat saya baru sekali bisa wawancara one on one sama dia. Itu ketika dia menjadi Dirjen Pajak,” tutur Taufiq.

    Untuk mendapat keterangan dari Marie, sering kali Taufiq mengakalinya dengan menitipkan sejumlah pertanyaan ke anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat saat rapat kerja pemerintah dan parlemen. “Saya sering datang sebelum rapat dan titip pertanyaan ke Saleh Khalid yang sudah meninggal sekarang,” ujar Taufiq.

    Marie meninggal di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur. Dia merupakan Menteri Keuangan Indonesia ke-18 dengan masa jabatan 17 Maret 1993-16 Maret 1998. Setelah tak lagi menjabat Menteri Keuangan, dia menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia. Jenazah Marie disalatkan di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir seusai salat zuhur.

    R.R. ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?