Menteri Airlangga: Industri Kita Banyak yang Juara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato usai rapat dengan Kemenko Perekonomian membahas struktur harga gas industri, di Jakarta, 4 Oktober 2016. Tempo/Richard Andika

    Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato usai rapat dengan Kemenko Perekonomian membahas struktur harga gas industri, di Jakarta, 4 Oktober 2016. Tempo/Richard Andika

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri dalam negeri tidak kalah dengan negara-negara lain. Menurut dia, banyak industri dalam negeri yang unggul dibandingkan dengan negara lain, seperti industri makanan dan minuman, industri kimia dan farmasi, dan lain sebagainya.

    "Tidak bernar juga industri kita kalah. Kita punya banyak juara. Misalnya, makanan dan minuman. Tumbuhnya mendekati 10 persen, yakni 9,8 persen. Ini 2 kali dari pertumbuhan ekonomi. Kemudian kimia dan farmasi, tumbuh 9 persen," kata Airlangga di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu, 10 Desember 2016.

    Namun, Menteri Airlangga menegaskan, sektor lain yang pertumbuhannya rendah tidak berarti tidak juara. Pertumbuhan sektor industri, menurut dia, mencapai 18 persen. "Kalau dari bahan baku sampai pintu pabrik. Tetapi, kalau plus jasa terkait industri, pertumbuhannya 28 persen," ujar Airlangga.

    Sektor agro industri, menurut Airlangga, merupakan salah satu sektor yang juga penting. Pertumbuhan sektor agro industri, dia mengatakan, hampir memcapai 48 persen. "Sektor agro itu berbasis sumber daya alam, terkait dengan makanan, baik untuk manusia, pakan, dan lain sebagainya," tuturnya.

    Selain itu, Airlangga mengatakan, pertumbuhan industri kimia tekstil juga besar. Industri elektronika dan alat angkut pun, menurut Airlangga, menjadi salah satu andalan. "Sementara itu, dalam industri otomotif, local content untuk motorcycle hampir mencapai 90 persen," kata Menteri Airlangga.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.