Indonesia Sapu Bersih 12 Penghargaan Wisata Halal Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pengunjung berada disekitar Pagoda di  Pulau Kemaro, di tengah Sungai Musi untuk merayakan Cap Go Meh atau hari ke-15 tahun baru Imlek dan berwisata religus, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (4/2). Sekitar 20 ribu warga keturunan Tionghoa yang tidak hanya berasal dari Palembang tetapi sejumlah negara, seperti Sngapura dan Malaysia  beribadah dan berwisata religi di pulau yang dikenal dengan legenda percintaan abdi Tan Bun An, saudagar dari China dan Siti Fatimah perempuan asli Palembang yang berakhir dengan kematian bersama. ANTARA/Nila Fu'adi

    Ratusan pengunjung berada disekitar Pagoda di Pulau Kemaro, di tengah Sungai Musi untuk merayakan Cap Go Meh atau hari ke-15 tahun baru Imlek dan berwisata religus, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (4/2). Sekitar 20 ribu warga keturunan Tionghoa yang tidak hanya berasal dari Palembang tetapi sejumlah negara, seperti Sngapura dan Malaysia beribadah dan berwisata religi di pulau yang dikenal dengan legenda percintaan abdi Tan Bun An, saudagar dari China dan Siti Fatimah perempuan asli Palembang yang berakhir dengan kematian bersama. ANTARA/Nila Fu'adi

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia semakin percaya diri mengembangkan pariwisata halal setelah berhasil menyapu bersih 12 dari 16 kategori dalam ajang World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan indonesia memiliki potensi pariwisata halal yang tinggi, sayangnya selama ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

    "Kita sangat kaya potensi wisata halal dan ini semata-mata lifestyle atau bisnis. Jadi konyol sekali kalau ada pengusaha yang tidak garap potensi yang sedemikian besarnya," katanya di Jakarta, Kamis (8 Desember 2016).

    Pasar wisata halal dunia diprediksi akan tumbuh menjadi US$180 miliar pada 2020 dari posisi saat ini sebesar US$116 miliar.

    Dia menjelaskan potensi pasar wisata halal bahkan di atas pasar wisata Tiongkok. Hal ini dilihat dari jumlah populasi muslim dunia yang mencapai 1,6 miliar lebih besar dari jumlah penduduk China sebesar 1,3 miliar.

    Indonesia sendiri memiliki 235 penduduk muslim dengan 60% masih berusia produktif. "Sebenarnya usaha untuk membidik pasar China lebih tinggi [daripada membidik pasar muslim]. Sayangnya pasar halal sendiri belum dioptimalkan, makanya kita kalah dari Malaysia, Turki dan UEA dalam GMTI [global muslim travel index]," ujarnya.

    Dia melanjutkan ke depan promosi untuk wisata halal akan dilakukan secara serius. Arief berambisi untuk mendongkrak ranking dalam ajang GMTI dari posisi ke empat saat ini menjadi posisi pertama pada 2017.

    "Tahun depan, kita harus kalahkan Malaysia di ranking 1. Untuk WHTA tahun berikutnya kita juga jangan kasih kesempatan sedikit pun untuk Malaysia menang," ucapnya.

    Ada tiga daerah yang telah ditetapkan dengan positioning fokus ke wisata halal yakni Nusa Tenggara Barat, Aceh dan Sumatera Barat. 

    Berikutnya, secara bertahap Kemenpar akan mengembangkan wisata halal di 10 destinasi lainnya yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Riau & Kepulauan Riau, Jawa Tengah.

    Raihan penghargaan yang telah didapatkan dari ajang internasional WHTA 2016 akan menjadi modal yang kuat untuk mendorong promosi destinasi tersebut.

    Dampak dari branding yang lebih kuat, imbuhnya, diharapkan turut mendongkrak kinerja industri pariwisata. 

    "Sebagai buktinya, okupansi hotel di Lombok dari 55% naik menjadi sekitar 80% setelah menang The Best Halal Destination tahun 2015. Jadi saya yakin, pemenang WHTA itu akan mudah tumbuh minimal sebesar 20% ketika memenangkan ajang penghargaan brand tertinggi."

    Berikut ini 12 kategori yang dimenangkan Indonesia dalam ajang World Halal Tourism Award di Abu Dhabi, UEA.

    1. World's Best Airline for Halal Travellers: Garuda Indonesia
    2. World's Best Airport for Halal Travellers: Sultan Iskandar Muda International Airport (Aceh)
    3. World's Best Family Friendly Hotel: The Rhadana Kuta, Bali
    4. World's Most Luxurious Family Friendly Hotel: The Trans Luxury Hotel, Bandung
    5. World's Best Halal Beach Resort: Novotel Lombok Resort & Villas
    6. World's Best Halal Tour Operator: ERO Tour, Sumatera Barat
    7. World's Best Halal Travel Website : www.wonderfullomboksumbawa.com
    8. World's Best Halal Honeymoon Destination : Sembalun Valley Region, Nusa Tenggara Barat
    9. World's Best Hajj & Umrah Operator: ESQ Tours & Travel
    10. World's Best Halal Destination: Sumatera Barat
    11. World's Best Halal Culinary Destination: Sumatera Barat
    12. World's Best Halal Cultural Destination: Aceh

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.