Wapres Berharap Amnesti Pajak Tidak Terulang Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 7 Desember 2016. Jusuf Kalla menyatakan Pemerintah menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR menyebabkan korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun di Provinsi Aceh, sementara pemerintah tidak memiliki kriteria apakah musibah gempa ini tergolong bencana nasional atau tidak. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 7 Desember 2016. Jusuf Kalla menyatakan Pemerintah menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR menyebabkan korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun di Provinsi Aceh, sementara pemerintah tidak memiliki kriteria apakah musibah gempa ini tergolong bencana nasional atau tidak. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar ke depan amnesti pajak tidak terulang lagi dengan kinerja akuntan yang baik.

    "Amnesti harapan kita berhasil tapi satu harapannya mudah-mudahan tidak berulang lagi karena amnesti pajak itu mengampuni orang salah," kata Wapres di Bandung, Kamis, 8 Desember 2016.

    Wapres berada di Bandung untuk membuka Regional Public Sector Conference (RPSC) ke-4, Konvensi Nasional Akuntansi (KNA) ke-8 dan Peringatan HUT Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) ke-59 di Trans Luxury Hotel.

    Di hadapan para akuntan tersebut, Wapres menekankan bahwa jika akuntan bekerja dengan baik, maka ia tidak mengurangi keuntungan perusahaan dan tidak membawa lari uang ke luar, atau apapun.

    "Nah kenapa bisa terjadi uang keluar? Karena laporan keuangannya tentu tidak jujur," ujar Wapres.

    Wapres juga mengatakan bahwa akuntan adalah orang yang dipercaya oleh orang kaya atau pengusaha untuk masuk ke ruang rahasia mereka, menghitung uang dan labanya.

    Selain itu, akuntan juga profesi yng ditakuti karena bisa memenjarakan orang karena dia yang mengetahui rahasia pemilik uang.

    Jumlah realisasi uang tebusan program amnesti pajak hingga periode I 1 Oktober 2016 mencapai Rp97,2 triliun atau sebesar 59 persen dari target penerimaan uang tebusan amnesti pajak sebesar Rp165 triliun.

    Adapun, jumlah harta yang dilaporkan melalui surat pernyataan harta amnesti pajak (SPH) mencapai Rp3.621 triliun dengan jumlah uang tebusan amnesti pajak Rp93,7 triliun. Dari jumlah harta itu, jumlah repatriasi Rp137 triliun atau 14 persen dari target Rp1.000 triliun, deklarasi harta dalam negeri Rp2.533 triliun, dan deklarasi harta luar negeri Rp951 triliun.

    Rincian Uang Tebusan Amnesti Pajak Rp93,7 triliun itu, bersumber pada statistik amnesti pajak oleh Ditjen Pajak, dari orang pribadi non-UMKM yaitu Rp76,6 triliun, disusul badan non UMKM Rp9,7 triliun, lalu orang pribadi UMKM Rp2,64 triliun, dan terakhir badan UMKM Rp170 miliar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.