Industri Inti Harus Sesuai Karakter Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada para kalangan usaha bahwa ekonomi Indonesia dipercaya oleh para investor besar dari luar negeri. Hal tersebut diungkapkan saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tahun 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016. istimewa

    Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada para kalangan usaha bahwa ekonomi Indonesia dipercaya oleh para investor besar dari luar negeri. Hal tersebut diungkapkan saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tahun 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016. istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia perlu memiliki peta jalan untuk menjadi bangsa pemenang di sektor industri manufaktur dengan fokus mengembangkan industri inti yang sesuai dengan karakter Indonesia, kata Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung Ridwan Djamaluddin.

    "Ekonomi Indonesia memang tumbuh cukup baik, mencapai kurang lebih 5,2 persen. Demikian pula dengan indikator ekonomi lainnya. Akan tetapi, kami beranggapan itu saja tidak cukup," kata Ridwan dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

    Hal tersebut disampaikan terkait rencana pertemuan "Indonesianisme Summit" pada 10 Desember 2016 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

    Menurut Ridwan, Indonesia harus memperkuat basis industri agar dapat mengatasi deindustrialisasi dan keluar sebagai bangsa pemenang. Itulah salah satu alasan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) menggelar Indonesianisme Summit.

    Semangat Indonesianisme merupakan semangat mencintai produk Indonesia, membangun sinergi dan membentuk jejaring industri, manufaktur dan infrastuktur antara pemerintah, BUMN, korporasi swasta serta teknopreneur. "Hal ini mutlak diperlukan untuk membangun Indonesia menjadi bangsa pemenang di sektor industri manufaktur," katanya.

    IA-ITB yang memiliki kompetensi dalam bidang teknologi akan terus berupaya mendorong bangsa Indonesia menjadi bangsa pemenang yang memiliki daya saing kuat, menguasai teknologi serta dapat mewujudkan ketahanan ekonomi nasional.

    "Untuk menjadi bangsa pemenang tidak saja dibutuhkan adanya iklim usaha yang kondusif, tapi juga konsistensi dan sikap mental yang kuat untuk mencintai produk buatan Indonesia, penentuan skala prioritas, peningkatan kapasitas kemampuan teknis hingga pengembangan merek sendiri.

    Sekjen IA-ITB Gembong Primadjaya menjelaskan dalam acara "Indonesianisme Summit", IA-ITB akan fokus mencari industri inti yang sesuai dengan karakter Indonesia. Indonesia misalnya, sangat potensial mengembangkan industri berbasis pertanian dan energi, baik untuk substitusi impor maupun berorientasi ekspor.

    Indonesia juga memiliki keunggulan di bidang industri transportasi, industri berbasis budaya dan industri kreatif serta industri digital.

    Kegiatan acara itu akan diisi dengan forum diskusi, pameran karya korporasi swasta, BUMN dan teknopreneur yang sejalan dengan semangat Indonesianisme. Termasuk sesi pendatanganan kontrak dan kisah sukses korporasi yang telah menjadi pemenang di sektor industri.

    "Indonesia Summit" merupakan puncak dari bentuk kepedulian IA ITB yang dilakukan sepanjang 2016 dalam mencapai harapan menjadi bangsa pemenang. Bermula pada bulan Mei 2016 dengan mengambil momentum Hari Kebangkitan Nasional, IA ITB telah menggelar Dialog Peradaban bertema "Bersatu Menjadi Bangsa Pemenang".

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.