Potensi Ekspor, Pupuk Kaltim Dukung Program Budidaya Kerapu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok nelayan memberi makan ikan kerapu dalam keramba di perairan pulau Kolorai, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, 12 November 2015. Perairan pulau itu merupakan jalur migrasi tuna dari Pasifik ke laut di nusantara dan sebaliknya. Dengan segala potensi kelautannya Morotai digadang-gadang menjadi sebuah kawasan Mega Minapolitan. ANTARA/Fanny Octavianus

    Kelompok nelayan memberi makan ikan kerapu dalam keramba di perairan pulau Kolorai, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, 12 November 2015. Perairan pulau itu merupakan jalur migrasi tuna dari Pasifik ke laut di nusantara dan sebaliknya. Dengan segala potensi kelautannya Morotai digadang-gadang menjadi sebuah kawasan Mega Minapolitan. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia Holding Company Persero), PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim, mendukung program budidaya ikan kerapu.

    Menurut Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pupuk Kaltim Meizar Effendi, program budidaya ikan kerapu dirasa tepat mengingat peluang ekspor kerapu yang sangat menjanjikan.

    Produksi ikan kerapu yang ada saat ini hanya sekira 6-10 ton per bulan. Sementara peluang untuk ekspor sekitar 20 ton per bulan, sesuai kapasitas minimal kapal asing yang bisa sandar di pelabuhan Bontang," ucap Meizar dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Desember 2016.

    Program budidaya ikan kerapu dimulai dengan memberangkatkan masyarakat Bontang Kalimantan Timur untuk mengikuti pelatihan dan pemagangan budidaya ikan kerapu dan lobster di Panimbangan Tanjung Lesung Banten pada akhir November lalu. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat pesisir menjadi lebih mandiri, menciptakan tenaga terdidik dan berpengalaman dalam budidaya perikanan.

    "Selain itu juga untuk menarik investor agar mau berinvestasi di Bontang, selain investasi bisnis berbasis gas atau sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui," ucap Meizar.

    Baca: Jerman Tawari Bali Kerja Sama Infrastruktur dan Pendidikan

    Meizar menyebutkan Pupuk Kaltim akan terus berupaya untuk meningkatkan sinergi dengan Pemkot Bontang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Sinergi di bidang pengembangan pesisir sangat tepat mengingat pasokan gas alam yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui bisa saja habis.

    “Agar Bontang tidak menjadi kota mati yang ditinggalkan oleh penduduknya, diharapkan budidaya ikan kerapu dan terumbu menjadikan Bontang sebagai Kota Bahari yang diperhitungkan di Indonesia, bahkan di dunia,” ucap Meizar.

    Meizar menambahkan perusahaan terus berkomitmen untuk menjaga ekosistem laut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan (CSR) dan CSV (creating shared values) atau peran ganda perusahaan untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial.

    Simak: Industri Kreatif Efektif Perkuat Identitas Bangsa

    Perusahaan juga berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir dengan mengembangkan berbagai program kemaritiman. Salah satunya adalah dengan menebar4.000 bibit ikan kerapu di keramba nelayan Tanjung Limau. “Kami meyakini bahwa konsep CSV menjadi solusi konkrit dan terkini bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Meizar.

    SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.